
Partai Kebebasan dan Keadilan diperkirakan meraih separuh kursi parlemen.
Hasil awal putaran pertama pemilihan anggota parlemen Mesir menunjukkan partai bentukan Ikhwanul Muslimin (IM) meraih suara besar.
Ini adalah pemilu pertama sejak Presiden Hosni Mubarak tumbang awal Februari lalu.
Ketua komisi pemilihan seperti dilaporkan wartawan BBC di Kairo, Jon Leyne, mengatakan jumlah warga yang menggunakan hak suara tercatat sebagai yang tertinggi dalam sejarah Mesir.
Wartawan kami juga mengatakan pemilu ini kemungkinan besar adalah yang paling jujur dan adil.
Partai yang didirikan kelompok Ikhwanul Muslimin, Partai Kebebasan dan Keadilan, hampir dapat dipastikan akan meraih separuh dari kursi parlemen.
Visi Salafi
Partai ini bukan satu-satunya kelompok Islam yang ingin mewarnai babak baru Mesir pasca-Mubarak.
Masih ada kelompok Salafi dan sejauh ini belum jelas apakah Ikhwanul Muslimin dan Salafi bersedia bekerja sama.
Partai Kebebasan dan Keadilan yang besar kemungkinan akan meraih suara terbanyak, sejak awal memperkenalkan diri sebagai partai moderat.
Sebaliknya kelompok Salafi, yang mungkin akan menjadi pemenang kedua, secara terbuka mengatakan akan melarang secara total minuman keras dan memisahkan antara laki-laki dan perempuan.
Menerapkan secara penuh syariat Islam juga menjadi visi kelompok ini.
Sejauh ini para petinggi Salafi menyatakan tidak akan melunakkan sikap mereka.










