Sudan usir duta besar Kenya

Terbaru  29 November 2011 - 13:39 WIB
Omar al-Bashir

Presiden Sudan Omar al-Bashir menjadi buruan internasional karena kejahatan perang.

Pemerintah Sudan memerintahkan pengusiran duta besar Kenya setelah seorang hakim Kenya mengeluarkan surat perintah penahanan Presiden Sudan, Omar al-Bashir.

Sudan juga memerintahkan duta besarnya di Kenya untuk segera kembali ke Khartoum.

Presiden al-Bashir merupakan target Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) karena dianggap bertanggung jawab atas kejahatan perang di Darfur.

Namun, berulang kali al-Bashir menolak tudingan itu dan mengatakan semua tuduhan yang ditimpakan kepadanya sarat muatan politik.

Mahkamah Agung Kenya, Senin (28/11) menerbitkan surat penahanan presiden Sudan itu setelah pemerintah Kenya mengizinkan al-Bashir berkunjung ke negeri itu pada Agustus lalu.

Dalam amar putusannya, hakim Nicolas Ombija mengatakan penahanan al-Bashir harus dilakukan jaksa agung dan menteri keamanan dalam negeri jika al-Bashir kedapatan berada di Kenya.

Akibat keputusan ini maka pemerintah Sudan memerintahkan duta besar Kenya di negeri itu untuk kembali ke negerinya dalam waktu 72 jam.

Kejahatan perang

Omar al-Bashir adalah kepala negara pertama yang menjadi incaran ICC karena tuduhan genosida dan kejahatan kemanusiaan di Darfur.

Darfur

Jutaan orang harus mengungsi setelah pecah konflik bersenjata di Darfur.

Meski menjadi incaran dunia internasional banyak negara Afrika, yang tidak menaati seruan penangkapan al-Bashir.

Kenya menandatangani perjanjian ICC pada 2002 lalu.

Sementara itu Uni Afrika tengah melakukan lobi untuk mengubah perintah penahanan Omar al-Bashir.

Selain itu Uni Afrika juga menyatakan ICC hanya menyelidiki dugaan kejahatan perang di Afrika saja dan mengatakan penangkapan al-Bashir akan mengacaukan perundingan perdamaian di Darfur.

Selain Kenya, Malawi dan Chad adalah bagian negara-negara Afrika yang pernah dikunjungi al-Bashir sebagai bagian dari perlawanannya terhadap ICC.

Wartawan BBC di Khartoum, James Copnall mengatakan reputasi internasional Presiden al-Bashir mencapai titik terendahnya setelah ICC mengeluarkan surat penangkapannya.

Namun al-Bashir masih mendapat dukungan kuat dari Cina, Arab Saudi dan negara-negara Afrika.

Sedikitnya 2,7 juta rakyat Sudan mengungsi sejak konflik bersenjata pecah di Darfur pada 2003 lalu dan PBB mengatakan tak kurang dari 300.000 orang tewas akibat konflik itu.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.