Militer Mesir tunjuk Ganzouri sebagai PM

Terbaru  25 November 2011 - 08:18 WIB
Ganzouri

Penguasa Militer meminta Kamal Ganzouri membentuk kabinet baru sebelum pemilu.

Media milik pemerintah Mesir, al-Ahram menyebutkan penguasa militer telah menunjuk mantan Perdana Menteri Kamal Ganzaouri untuk kembali menduduki posisinya dan membentuk pemerintahan baru.

Langkah ini dilakukan setelah kabinet beranggotakan kelompok sipil yang telah ditunjuk sebelumnya, mengajukan pengundurkan diri awal pekan ini.

Di dalam situsnya, al-Ahram mengatakan Ganzouri pada prinsipnya telah setuju memimpin pemerintahan setelah bertemu dengan Kepala Dewan Militer, Panglima Hussein Tantawi.

Ganzaouri sebelumnya pernah menjabat sebagai perddana menteri Mesir pada peride tahun 1996-1999 di masa kepemimipinan Hosni Mubarak.

Belakangan dia berupaya menjaga jarak dengan rezim Mubarak dan saat ini termasuk salah satu orang yang kemungkinan akan dicalonkan sebagai presiden Mesir dalam pemilu mendatang.

Wartawan BBC di Kairo, Yolande Knell mengatakan Ganzouri memiliki kedekatan dengan warga Mesir hingga saat ini.

Saat Ganzouri menjabat sebagai perdana menteri, dia dikenal sebagai perdana menteri yang bisa mewakili kelompok warga tak mampu.

Sebelum dia ditunjuk oleh penguasa militer, Ganzouri sempat melakukan pembicaraan dengan kelompok militer sepanjang hari Kamis (24/11).

Permintaan maaf

Dewan Militer sudah mengatakan kepada warga Mesir bahwa pemilu akan dilakukan pada pekan depan.

Aksi unjuk rasa warga Kairo pada hari Kamis mulai sedikit mereda namun mereka mengatakan akan memulai aksi baru pada hari Jumat (25/11).

Untuk mempersiapkan aksi yang akan berlangsung hari Jumat , sebagian warga dilaporkan telah mulai menginap di lapangan Tahrir sejak Kamis malam.

"Kami harap krisis ini akan segera berakhir semoga dan atas seijin Tuhan semoga hal ini tidak terjadi lagi"

Muhammad al-Assar

Mereka berencana menggelar aksi setelah ibadah sembahyang Jumat di lapangan tersebut.

Sebelumnya pada hari Kamis, Dewan Militer telah meminta maaf kepada warga Mesir atas jatuhnya korban dalam peristiwa bentrokan antara peserta unjuk rasa dengan aparat keamanan.

Akibat bentrokan yang terjadi pada akhir pekan lalu itu setidaknya ada 38 warga yang tewas. Kekerasan ini merupakan yang terburuk sejak Februari lalu.

"Kami harap krisis ini akan segera berakhir semoga dan atas seijin Tuhan semoga hal ini tidak terulang lagi," kata Mayor Jenderal, Muhammad al-Assar.

al-Assar menyampaikan penyesalan dan permintaan maaf itu atas nama seluruh jajaran pasukan bersenjata terhadap tragedi yang terjadi akhir pekan lalu itu.

Sejauh ini langkah tersebut belum dapat meredakan aksi unjuk rasa di Mesir, mereka tetap berniat melakukan aksi yang mereka sebut sebagai "kesempatan terakhir di hari Jumat."

Mereka tetap menuntut peralihan kekuasaan kepada warga sipil secepat mungkin selain itu mereka juga meminta pemilu pada hari Senin (28/11) ditunda hingga militer turun dari kekuasaannya saat ini.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.