Puluhan ribu pengunjuk rasa membanjiri Lapangan Tahrir

Terbaru  25 November 2011 - 19:00 WIB
Unjuk rasa di Lapangan Tahrir, Kairo

Unjuk rasa di Lapangan Tahrir, Kairo mendapat dukungan dari Imam Masjid Al-Azhar.

Puluhan ribu warga Mesir kembali berkumpul di Lapangan Tahrir di pusat ibukota Kairo guna menuntut diakhirinya pemerintahan militer.

Calon presiden dan pemenang hadiah Nobel, Mohamed El Baradei, ikut bergabung dalam aksi unjuk rasa hari Jumat (25/11).

Sementara itu Imam Masjid Al-Azhar yang berpengaruh, Sheikh Ahmed al-Tayyeb, sudah menyatakan dukungannya kepada pengunjuk rasa.

Dukungan tersebut tidak diduga mengingat imam di masjid yang berpengaruh tersebut ditunjuk oleh presiden dan jarang mengeluarkan komentar yang bertentangan dengan posisi pemerintah.

Para pengunjuk rasa menuntut agar peralihan kekuasaan ke pemerintahan sipil sementara dilakukan sebelum pemilihan umum digelar, Senin 28 November.

Di Washington, Gedung Putih meminta agar kekuasaan di Mesir secepat mungkin dialihkan ke pemerintahan sipil.

"Amerika Serikat amat yakin bahwa pemerintah Mesir yang baru harus segera diperkuat dengan otoritas yang nyata," seperti tertulis dalam pernyataan Gedung Putih.

Kamal Ganzouri

  • Lahir 1933
  • Ekonom tamatan Amerika Serikat
  • Perdana Menteri 1996-1999
  • Dijuluki sebagai 'menterinya orang miskin'
  • Menjaga jarak dengan rezim lama setelah Presiden Mubarak jatuh

Aksi unjuk rasa tandingan yang mendukung pelaksanaan pemilihan umum digelar di dekat gedung Kementerian Dalam Negeri.

Pemilu tetap

Sebelumnya, media pemerintah melaporkan mantan Perdana Menteri Kamal Ganzouri setuju untuk memimpin pemerintahan sipil baru setelah berunding dengan Dewan Agung Militer.

Namun wartawan BBC di Kairo, Kevin Connolly, mengatakan sosok Ganzouri tidak terlalu populer bagi sebagian besar pengunjuk rasa yang didominisi kaum muda.

Hal tersebut antara lain karena keterkaitan Ganzouri -sebagai perdana menteri pada tahun 1996 hingga 1999- dengan Presiden Husni Mubarak, yang berhasil digulingkan awal tahun ini lewat aksi unjuk rasa di Lapangan Tahrir.

Dewan Agung Militer juga sudah menolak usulan penundaan pemilihan umum dan akan tetap dilaksanakan sesuai dengan rencana.

Banyak warga Mesir yang berpendapat agar pemilihan umum tetap dilaksanakan, antara lain organisasi yang berpengaruh Ikhwanul Muslimin.

Diperkirakan Ikhwanul Muslimin akan meraih kemenangan dalam pemilihan dan tidak mendukung aksi unjuk rasa di Lapangan Tahrir.

Lapagan Tahrir

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.