BBC navigation

Mantan pemimpin Khmer Merah kecam sidang

Terbaru  23 November 2011 - 19:19 WIB
Persidangan mantan pemimpin Khmer Merah

Persidangan mantan pemimpin Khmer Merah terbuka untuk warga Kamboja.

Dua mantan pemimpin Khmer Merah yang diadili dengan dakwaan genosida mengatakan mahkamah yang didukung PBB tidak punya kewenangan untuk mengadili mereka.

Mantan kepala rezim Khmer Merah, Khieu Samphan, mengatakan dakwaan itu hanya bergantung pada cerita dari surat kabar.

Sementara mantan menteri luar negeri Ieng Sary mengatakan telah mendapatkan pengampunan dari kerajaan dan tidak dapat diadili.

Mereka dituduh memimpin pembunuhan massal di Kamboja antara tahun 1975-1979 yang menewaskan sekitar 2,2 juta orang.

Rezim Khmer Merah mencoba membentuk sistem Maois dengan memaksa setiap orang hidup sebagai petani dan siapapun yang menolak dianggap sebagai musuh.

Kebijakan itu menyebabkan bencana kemanusiaan di Kamboja.

Khmer Merah akhirnya digulingkan dari kekuasaan melalui penyerbuan pasukan Vietnam.

Pengadilan tiga mantan pemimpin Khmer Merah ini dimulai Senin lalu (21/11).

'Cerita mimpi'

Siapa rezim Khmer Merah?

  • Rezim Maois yang memerintah di Kamboja dari 1975-1979
  • Dipimpin oleh Saloth Sar, yang lebih populer dengan Pol Pot
  • Menghapus agama, sekolah dan mata uang dalam upaya menciptakan negara agraris
  • Sekitar dua juta orang diperkirakan tewas karena kelaparan, kerja paksa ataupun penyiksaan
  • Kalah dalam invasi Vietnam tahun 1979
  • Pol Pot melarikan diri dan masih bebas sampai 1997 - ia meninggal setahun kemudian

Terdakwa ketiga Nuon Chea, yang disebut "Abang Nomor Dua" merupakan tangan kanan pemimpin utama Pol Pot.

Ketiganya saat ini berusia delapan puluhan dan menyanggah semua dakwaan yang dikenakan.

Khieu Samphan menyebut bukti terhadapnya sebagai "cerita mimpi" dan ia mengecam jaksa penuntut dalam sidang hari Rabu (23/11).

Ia mengatakan Khmer Merah berhasil meluncurkan gerakan pertahanan terhadap pemerintah yang tidak disukai rakyat serta pasukan Amerika dan mendapat dukungan oleh rakyat Kamboja.

Khiee Samphan juga mengatakan ia tidak bertanggung jawab atas semua tindakan oleh rezim dan tidak mengetahui tentang semua korban jiwa.

Nuon Chea juga memberikan argumen yang sama dalam pernyataan di depan mahkamah, Selasa (22/11).

Ieng Sary membacakan pernyataan singkat dan menyebutkan menolak kewenangan mahkamah sampai pengadilan negeri Kamboja mencabut pengampunan kerajaan yang diberikan padanya tahun 1996.

Mantan Raja Norodom Sihanouk memberikan pengampunan sebagai bagian dari perjanjian yang berujung pada menyerahnya mantan pemimpin Khmer Merah.

Bagaimanapun ketiga terdakwa mengatakan mereka akan tetap hadir dalam persidangan lanjutan.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.