BBC navigation

Iran hadapi sanksi negara-negara barat

Terbaru  22 November 2011 - 08:29 WIB
Hillary Clinton

Hillary Clinton mengatakan sanksi akan diberikan terhadap sektor petrokimia, minyak dan gas Iran.

Pemerintah AS, Inggris dan Kanada mengumumkan sanksi baru terhadap Iran berkaitan dengan program nuklirnya.

Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton berbicara tentang peningkatan tekanan kepada Iran.

Clinton mengatakan industri petrokimia, minyak dan gas serta sektor keuangan akan menjadi mendapatkan sanksi.

"Pesan ini jelas," kata dia." Jika Iran bersikeras untuk melanjutkan, maka akan menghadapi peningkatan tekanan dan isolasi. Hari ini, AS mengambil sejumlah langkan untuk memperjelas pilihan ini."

Berbicara di konferensi pers di Departemen Luar Negeri di Washington, dia mengatakan AS berharap ada "sanksi tambahan" dari negara lain dalam beberapa hari mendatang.

AS juga menyebutkan Iran "berkaitan dengan pencucian uang".

Menteri Keuangan AS Timothy Geithner, yang memberikan keterangan bersama dengan Hillary Clinton, memperingatkan bahwa perbankan internasional harus waspada dalam menjalin bisnis dengan Iran, karena kemungkinan memberikan sumbangan terhadap program nuklir.

"Institusi keuangan di seluruh dunia, harus berpikir keras tentang risiko melakukan bisnis dengan Iran," kata Geithner.

Perusahaan AS juga diperingatkan untuk tidak berhubungan dengan perbankan Iran.

Dalam pernyataan tertulisnya, Presiden Barack Obama mengatakan AS telah mengidentifikasiseluruh sektor perbankan Iran - termasuk Bank Sentral Iran - sebagai ancaman bagi pemerintah atau institusi finansial yang melakukan bisnis dengan bank Iran.

"Selama Iran terus melakukan terobosan berbahaya ini, AS akan terus mencari cara, dalam kaitan dengan mitra kami sanksi kami sendiri, untuk mengisolasi dan meningkatkan tekanan terhadap rezim Iran," kata dia.

Sebelumnya, Inggris mengatakan memutuskan hubungan dengan perbankan Iran, sementara Kanada melarang ekspor produk petrokimia, minyak dan industri gas.

Laporan PBB telah memberikan bukti yang kuat bahwa Iran membangun senjata nuklir, tetapi Iran menolak.

Teheran bersikeras program nuklirnya diperuntukan untuk kepentingan sipil.

Laporan oleh pengawas nuklir PBB IAEA, mengatakan Iran telah melakukan tes "yang berkaitan dengan pembangunan fasilitas nuklir".

Tetapi, Iran tidak menyampaikan masalah itu kepada Dewan Keamanan PBB, karena Rusia dan Cina menolak langkah pemberian sanksi itu.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.