BBC navigation

Seruan bersama 25 partai politik Mesir

Terbaru  21 November 2011 - 22:53 WIB
Pengunjuk rasa di Lapangan Tahrir

Pengunjuk rasa yang cedera di Lapangan Tahrir mendapat bantuan dari sesama demonstran.

Dua puluh lima partai politik Mesir -termasuk sayap politik Ikhwanul Muslimin- menuntut agar Menteri Dalam Negeri dan Menteri Informasi mengundurkan diri karena unjuk rasa yang marak sejak Sabtu pekan lalu.

Mereka juga mendesak agar segera diakhiri semua tindakan kekerasan terhadap pengunjuk rasa dan dilakukan penyelidikan yang transparan atas pihak yang bertanggung jawab dalam peristiwa di Lapangan Tahrir dan beberapa tempat lain di Mesir belakangan ini.

Salah salah seorang calon presiden, Ayman Nour -yang membacakan pernyataan partai-partai politik tersebut- meminta agar pemilihan umum tetap berlangsung.

"Pemlihan berlangsung sesuai dengan rencana dan dimulainya segera perundingan praktis sehubungan dengan pembentukan pemerintah penyelamatan nasional yang akan mengambil alih secara sementara dan memegang kekuasaan penuh sampai tanggal 15 Januari," tuturnya kepada para wartawan di Kairo.

Pemerintah sementara Mesir sudah menegaskan pemilihan parlemen akan tetap dilaksanakan sesuai rencana, yaitu tanggal 28 November walau belum ada tanda-tanda unjuk rasa akan berakhir.

Sementara mantan Sekjen Liga Arab, Amir Musa -yang juga merupakan salah seorang calon presiden- mengatakan penggunaan kekerasan atas pengunjuk rasa tidak bisa dibenarkan.

"Cara polisi menangani pengunjuk rasa...kami semua menentang bentuk kekerasan dan perlakuan terhadap warga" tambahnya.

"Cara polisi menangani pengunjuk rasa...kami semua menentang bentuk kekerasan dan perlakuan terhadap warga."

Amir Musa

Sebelumnya, Menteri Kebudayaan Emad Abu Ghazi mengundurkan diri sebagai protes atas penanganan pemerintah atas unjuk rasa di Lapangan Tahrir, seperti dilaporkan kantor berita resmi Mesri, Mena.

Belum mundur

Para pengunjuk rasa dilaporkan masih belum bersedia mundur dari kawasan di sekitar Lapangan Tahrir walau bentrokan antara aparat keamanan dan pengunjuk rasa dalam dua hari terakhir sudah menyebabkan sedikitnya jatuh 33 korban jiwa.

Mereka juga menuntut agar Dewan Militer Agung yang dipimpin oleh Jenderal Mohamed Tantawi segera mengundurkan diri.

Wartawan BBC di Kairo Yolande Knell mengatakan tuntutan pengunjuk rasa sudah bergeser sejak akhir pekan.

Jika sebelumnya pengunjuk rasa mendesak agar dewan militer menentukan waktu untuk mengalihkan kekuasaan namun kini mereka menuntut Dewan Agung Militer segera mundur.

"Mereka berjanji akan menyerahkan kekuasaan dalam waktu enam bulan. Kini sudah 10 bulan berlalu dan mereka masih belum melakukannya," kata seorang pengunjuk rasa.

Dalam beberapa pekan belakangan memang sudah berlangsung penentangan atas rancangan amandemen konstitusi yang menurut pengunjuk rasa memberikan kekuasaan yang terlalu besar pada militer setelah terpilihnya pemerintah sipil nanti.

Dan usulan militer untuk menunda pemilihan presiden hingga akhir tahun 2012 atau awal 2012 makin membuat kelompok oposisi marah.

Partai politik menuntut agar pemilihan presiden segera digelar setelah pemilihan parlemen tanggal 28 November.

Lapangan Tahrir

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.