BBC navigation

Maskapai minta ongkos BBM

Terbaru  17 November 2011 - 15:16 WIB
Keluarga penumpang Comtel Air

Keluarga meluapkan kejengkelan karena Comtel Air menelantarkan penumpang di India dan Wina.

Sebuah maskapai penerbangan yang bulan lalu meluncurkan tawaran terbang murah dari Inggris ke India berjanji melakukan penyelidikan terhadap tudingan melakukan pemaksaan pada penumpang agar membayar ongkos bahan bakar hingga £20.000 (lebih dari Rp 280 juta) agar penerbangan bisa dilanjutkan ke Inggris.

Menurut penumpang mereka diminta untuk mengumpulkan uang saat pesawat yang mereka tumpangi transit untuk mengisi bahan bakar di Wina, Austria.

Pesawat Comtel Air itu terbang dari kota Amritsar di India dan direncanakan mendarat di Birmingham, Inggris. Namun masih banyak penumpang yang sudah berhari-hari terlantar di India karena penerbangan mereka ditunda.

Maskapai Comtel mengatakan akan menyelidiki insiden ini dan berharap penerbangan berikutnya bisa dilangsungkan utnuk memulangkan penumpang dari India ke Inggris.

Direktur pelayanan Comtel Bhunpinder Kandra mengatakan: "Saya sudah dengar apa yang terjadi, hal itu mestinya tidak terjadi, saya akan selidiki kenapa bisa terjadi."

Dia menambahkan akan mengembalikan uang penumpang yang terlanjur dibayarkan.

Terlantar

Seorang penumpang, Reena Rindi, yang terbang bersama anak balitanya mengatakan pada siaran berita Channel 4 News: "Kami cuma ingin pulang. Kami sudah terlantar berhari-hari, tiga atau empat hari. Siapa yang (bertanggungjawab) membawa kami pulang?"

Rindi menambahkan penumpang terpaksa membayar agar bisa kembali ke Birmingham.

"Kalau tidak ada uang maka mereka minta kami pergi satu demi satu keluar (ke kota) Wina untuk mendapat uang tunai," tambahnya.

Seorang penumpang lain yang juga terbang dari Amritsar ke Birmingham lewat Wina mengaku pada BBC: "Kami membayar 150 euro (Rp 1,8 juta) semalam di Wina supaya bisa terbang ke Birmingham (karena) mereka menolak terbang ke Birmingham jadi kami harus bayar supaya bisa pulang."

Layanan terbang murah ala Comtel Air diperkenalkan bulan lalu dengan rute Birmingham-Amritsar di propinsi Punjab, melalui Wina.

Sementara otoritas bandar udara Birmingham yang menyebut maskapai itu selama ini berjalan baik-baik saja, juga menyatakan akan melakukan penyelidikan.

Sejumlah penumpang menceritakan kesengsaraan yang mereka alami akibat layanan buruk ini, termasuk Amarjit Duggal, dari Great Barr di Birmingham, yang terbang dari Amritsar minggu lalu setelah menyebar abu jenazah ibunya.

Menurut kisahnya ayah, kakak dan pamannya masih tertahan di Amritsar dan belum tahu kapan bisa kembali. Situasi ini menurutnya sangat menyusahkan di tengah suasana duka cita yang mereka alami.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.