BBC navigation

ASEAN sepakati Burma menjadi ketua

Terbaru  17 November 2011 - 20:16 WIB
Presiden Burma Thein Sein

Presiden Burma Thein Sein dalam KTT ASEAN yang diselenggarakan di Bali.

Para pemimpin Perhimpunan Negara Asia Tenggara (ASEAN) menyepakati Burma menjadi ketua pada tahun 2014 di tengah upaya reformasi negara itu.

Kesepakatan ini diraih dalam pertemuan puncak perhimpunan sepuluh negara itu di Bali.

Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa mengatakan kepada BBC keputusan itu diambil dengan suara bulat.

Marty mengatakan para negara anggota berpendapat Burma melakukan perubahan penting ke arah demokrasi.

Pengumuman itu muncul pada saat partai prodemokrasi Burma, yang dipimpin Aung San Suu Kyi, berusaha kembali ke panggung politik.

Kepemimpinan ASEAN dilakukan berdasarkan rotasi setiap tahun namun sebelumnya Burma tidak diizinkan menjadi ketua karena catatan hak asasi manusia.

Mengakui perubahan

"Ini bukan menyangkut masa lalu, namun masa depan, terkait apa yang dilakukan para pemimpin"

Marty Natalegawa

Sejumlah pihak mengatakan saat ini terlalu awal untuk memberikan peran seperti itu kepada Burma karena masih ada antara 600 sampai 1.000 tahanan politik yang masih mendekam di penjara.

Partai Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi, tidak bisa ikut dalam pemilihan umum tahun lalu karena persyaratan yang ditetapkan pemerintah.

Namun persyaratan itu kini telah dicabut.

Marty Natalegawa mengatakan penting bagi ASEAN untuk mengakui bahwa situasi telah berubah.

"Ini bukan menyangkut masa lalu, namun masa depan, terkait apa yang dilakukan para pemimpin," katanya.

"Kami mencoba meyakinkan bahwa proses perubahan ini akan terus berjalan.

Ko Ko Hlaing, penasehat Presiden Burma Thein Sein, mengatakan ASEAN menyambut Burma sebagai pemimpin yang bertanggung jawab.

"Yakinlah bahwa kami berkembang ke arah masyarakat yang demokratis dan kami akan melakukan semua tanggung jawab dan tugas kami sebagai pemerintah yang bertanggung jawab dan menggambarkan keinginan rakyat Myanmar," kata Marty.

Pelanggaran HAM masih ada

Aung San Suu Kyi

Partai Aung San Suu Kyi tidak dapat ikut pemilu tahun lalu karena persyaratan diperketat.

Namun Presiden Barak Obama -berbicara sebelum keputusan itu diambil- mengatakan masih banyak yang diharapkan dari Burma.

"Sejumlah tahanan politik telah dibebaskan. Pemerintah telah memulai dialog. Namun pelanggaran hak asasi masih berjalan," kata Obama dalam pidato di parlemen Australia.

"Jadi kami akan terus mengangkat langkah yang harus diambil pemerintah Burma agar memiliki hubungan yang lebih baik dengan Amerika Serikat."

Burma melakukan pemilihan umum pertama dalam dua puluh tahun pada 2010.

Melalui pemilu itu, pemerintahan militer diganti oleh pemerintahan sipil yang didukung oleh tentara.

Pemerintahan baru telah membebaskan Aung San Suu Kyi dari tahanan rumah dan telah memulai dialog dengannya.

Liga Nasional untuk Demokrasi akan melakukan pertemuan Jumat (18/11) untuk memutuskan apakah akan kembali masuk dalam politik.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.