Israel akan bantu Kenya atasi al-Shabab

Terbaru  15 November 2011 - 10:02 WIB
PM Netanyahu dan PM Odinga

PM Benjamin Netanyahu (kanan) menyambut hangat kunjungan PM Raila Odinga di kantornya.

Israel telah menawarkan bantuan kepada Kenya untuk mengatasi aksi kelompok fundementalisme Islam asal Somalia, al-Shabab yang kerap merugikan negara itu.

Pejabat Kantor perdana Menteri Kenya mengataka mereka akan mendapatkan dukungan dari Israel untuk "membersihkan seluruh elemen fundamentalisme dari wilayahnya."

Komitmen itu disampaikaan Israel saat Perdana Menteri Kenya, Raila Odinga mengunjungi negara tersebut.

Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu seperti dikutip dalam siaran pers kantor perdana menteri Kenya mengatakan: "Musuh Kenya adalah musuh Israel juga."

"Saya melihat ini sebagai kesempatan untuk memperkuat ikatan yang ada diantara kami," tambah Netanyahu lagi.

Kenya sebelumnya telah mengirimkan tentaranya ke wilayah perbatasan untuk memerangi al-Shabab yang diduga mempunyai hubungan dengan al-Qaeda.

Mereka menuding kelompok ini berada di belakang aksi penculikan warga asing yang tengah berdiam di wilayah Kenya yang berbatasan dengan Somalia.

Kenya juga mengatakan al-Shabab terlibat dalam serangkaian aksi peledakan bom di sejumlah hotel yang ada di wilayah negara itu.

Pada tahun 2002, al-Shabab diduga berada di belakang aksi peledakan bom bunuh diri di hotel yang dimiliki oleh warga Israel di kawasan Mombasa.

Aksi ini belakangan diketahui telah menewaskan sekitar 15 orang.

Anggota al-Qaeda asal Somalia juga diketahui meledakan kedutaan besar AS di Kenya dan Tanzania pada tahun 1998 dan berujung pada tewasnya 200 orang.

Koalisi regional

PM Raila Odinga yang juga bertemu dengan Menteri Pertahanan Dalam Negeri Israel, George Saitoti, mengatakan pemerintah Israel akan membantu polisi negara itu untuk mendeteksi jaringan al-Shabab di Kenya.

"Secara konsisten, Kenya telah menunjukan sikap yang positif terhadap Israel dan Israel siap membantu Kenya"

Shimon Peres

Kenya juga membutuhkan Israel untuk menyediakan sejumlah kendaraan di perbatasan dengan Somalia serta melengkapi peralatan untuk mengawasi keamanan di laut dan mencegah penyelundupan di wilayah lepas pantai Afrika Timur.

Pemerintah Kenya juga mengatakan bahwa PM Netanyahu berjanji untuk membantu membangun apa yang disebut dengan "koalisi melawan fundamentalisme" di Afrika Timur.

Selain Kenya sejumlah negara seperti Ethiopia, Sudan Selatan dan Tanzania akan terlibat dalam koalisi yang akan dibangun bersama Israel ini.

Komitmen juga disampaikan oleh Presiden Israel, Shimon Peres yang mengatakan akan membantu Kenya mengamankan wilayahnya yang berbatasan dengan Somalia.

"Secara konsisten, Kenya telah menunjukan sikap yang positif terhadap Israel dan Israel siap membantu Kenya," kata Peres yang dikutip dalam peryataan resmi kantor Perdana Menteri Kenya.

Kenya merasa perlu pengawasan khusus terhadap wilayah perbatasan dengan Somalia, kerena sejak 1991 pemerintahan Somalia sudah tidak lagi berjalan efektif.

Hampir sebagaian wilayah di Somalia Selatan dan Tengah dikuasai oleh kelompok al-Shabab.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.