BBC navigation

Aung San Suu Kyi menyambut langkah positif pemerintah Burma

Terbaru  14 November 2011 - 19:49 WIB
Pemimpin gerakan demokrasi Burma, Aung San Suu Kyi, mengatakan pemerintah Burma telah menempuh langkah positif menuju reformasi.

Aung San Suu Kyi menggelar konferensi pers di Rangoon yang dihadiri sekitar 100 wartawan.

Pemimpin gerakan demokrasi Burma, Aung San Suu Kyi, mengatakan pemerintah Burma telah menempuh langkah positif dalam menuju reformasi politik.

"Melihat ke belakang tahun yang berlalu, saya kira saya bisa mengatakan bahwa ada peristiwa yang penting, yang memberi energi dan pada tingkat tertentu memberi semangat," katanya di Rangoon.

Dalam konferensi pers yang dihadiri sekitar 100 wartawan tersebut, Suu Kyi menyebutkan pertemuannya dengan Menteri Tenaga Kerja dan Presiden Thein Sein sebagai contoh-contoh dari kemajuan yang dia maksud.

Namun dia menambahkan masih banyak lagi yang harus dilakukan, antara lain pemberian amnesti lebih lanjut kepada para tahanan politik.

"Isu yang memiliki kepentingan besar bagi kita semua yang bekerja untuk demokrasi di Burma adalah tahanan politik. Beberapa sudah dibebaskan sepanjang tahun lalu, namun masih banyak tetap berada di penjara."

Burma menggelar pemilihan umum pada 7 November 2010 yang dimenangkan oleh partai yang berhubungan erat dengan militer.

Sejak saat itu, pemerintah Burma mulai menempuh beberapa kebijakan menuju upaya reformasi.

Pembebasan selanjutnya

Laporan-laporan menyebutkan Komisi Hak Asasi Burma yang dibentuk pemerintah sudah meminta agar lebih banyak lagi tahanan yang segera dibebaskan.

Dan diperkirakan sejumlah tahanan dibebaskan menjelang pertemuan puncak ASEAN yang akan berlangsung di Bali, Kamis 17 November.

Pemerintah Burma sudah mengeluarkan pernyataan bahwa sebanyak 6.359 tahanan akan dibebaskan berdasarkan amnesti.

Namun tidak jelas berapa banyak tahanan politik yang akan dibebaskan dan laporan-laporan memperkirakan terdapat sekitar 1.000 tahanan politik di Burma.

Liga Nasional Demokrasi pimpinan Aung San Suu Kyi mengatakan pada pertengahan Oktober sekitar 200 tahanan politik ikut dibebaskan.

Salah seorang di antaranya adalah Zarganar, seorang pelawak yang dihukum penjara karena mengritik upaya pemerintah dalam menangani korban Topan Nargis.

Juga ikut dibebaskan adalah Say Say Htan, yang merupakan pemimpin tentara Shan. Dia ditahan karena menolak untuk ikut serta dalam penyusunan konstitusi baru Burma.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.