Raja Abdullah menyarankan Presiden Assad mundur

Terbaru  14 November 2011 - 21:32 WIB
Raja Abdullah

Raja Abdullah juga menyarankan agar digelar dialog politik di Suriah.

Raja Abdullah dari Yordania menyarankan agar Presiden Suriah, Bashar al-Assad, mengundurkan diri demi kepentingan negaranya sendiri.

"Saya yakin, kalau saya berada dalam posisinya, saya akan mengundurkan diri," katanya dalam wawancara eksklusif dengan BBC, Senin 14 November 2011.

"Saya akan mundur dan memastikan siapapun yang menggantikan saya akan memiliki kemampuan untuk mengubah status quo yang sekarang kita lihat."

Yordania memang merupakan salah satu negara tetangga Suriah yang amat kritis terhadap aksi kekerasan oleh aparat keamanan Suriah dalam menangani unjuk rasa antipemerintah.

Raja Abdullah menambahkan presiden sebaiknya memulai dialog politik sebelum mengundurkan diri karena tidak ada pendukungnya yang bisa mengubah kondisi saat ini.

"Saya kira sistem tidak memungkinkan untuk itu, jadi jika Bashar memperhatikan kepentingan negaranya, dia akan mundur namun dia jua menciptakan kemampuan untuk merangkul dan memulai babak baru dalam kehidupan politik Suriah," tambahnya.

Suriah meminta maaf

"Saya yakin, kalau saya berada dalam posisinya, saya akan mengundurkan diri."

Raja Abdullah

Pekan lalu Liga Arab memutuskan untuk membekukan keanggotan Suriah dalam organisasi itu karena pemerintah Suriah tidak mentaati usulan damai yang sudah disepakati bersama Liga Arab.

Usulan damai tersebut antara lain berisi penarikan militer dari kawasan-kawasan yang dilanda unjuk rasa dan dialog politik dengan kelompok oposisi.

Bagaimanapun Senin (14/11) Menteri Luar Negeri Suriah, Walid al-Moualem, mengecam keputusan Liga Arab itu dan menyebutnya amat berbahaya.

"Keputusan Liga Arab untuk membekukan keanggota Suriah adalah langkah sangat berbahaya bagi aksi bersama Arab saat ini dan di masa depan," tegasnya.

Moualem meminta maaf atas serangan yang dilakukan pendukung Presiden al-Assad terhadap kedutaan besar Arab, Saudi, Qatar, dan Turki di Damaskus sebagai protes atas pembekuan keanggotaan di Liga Arab.

Dalam perkembangan lain, para menteri luar negeri Uni Eropa yang bertemu di Brussel diperkirakan akan mencapai kesepakatan untuk meningkatkan sanksi atas Suriah.

Uni Eropa dengan keras mengecam aksi aparat keamanan Suriah terhadap para pengunjuk rasa. PBB memperkirakan korban jiwa sudah mencapai sekitar 3.500 sejak unjuk rasa antipemerintah Suriah marak pada bulan Maret.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.