BBC navigation

Kubu oposisi Yunani temui presiden

Terbaru  6 November 2011 - 14:41 WIB
Parlemen Yunani

Parlemen menolak mosi tak percaya dan berikutnya PM Papandreou bisa membentuk koalisi pemerintahan baru.

Kubu oposisi Yunani temui presiden untuk bahas kebuntuan politik setelah PM Papandreou lolos dari mosi tidak percaya di parlemen.

Pertemuan pemimpin oposisi dengan presiden Yunani, Karolos Papoulias, berlangsung Minggu (06/11). Sebelumnya pada Sabtu (05/11) PM George Papandreou menemui presiden untuk membicarakan kelanjutan nasib pemerintahan Yunani akibat mosi tidak percaya di parlemen.

PM Papandreou lolos dari mosi dengan selisih suara sangat tipis, dan harus membentuk pemerintahan koalisi bersatu baru untuk melanjutkan pemerintahan.

Antonis Samaras dari Partai Demokrasi Baru -salah satu partai oposisi- menolak ikut ambil bagian dalam koalisi pemerintahan bersatu itu.

Menurut Samaras, PM Papandreou "berbahaya" untuk kelanjutan Yunani dan karena itu patut segera digelar pemilu untuk menentukan penggantinya.

Sebaliknya menurut Papandreou, pemilu harus menunggu disetujuinya paket dana talangan yang vital dari Uni Eropa untuk kelanjutan ekonomi Yunani.

Dalam dua jajak pendapat yang digelar di negeri itu, nampaknya mayoritas warga Yunani memilih pembentukan pemerintahan koalisi bersatu ketimbang dgelarnya pemilu, tulis kantor berita Reuters.

'Berbahaya'

Saat menemui Presiden Karolos Papoulias Sabtu lalu, PM Papandreou beberapa jam sebelumnya lolos dari mosi tidak percaya di parlemen dengan selisih suara tipis.

Dalam pertemuan itu Presiden Papoulias mendesak agar baik kubu Papandreou maupun pihak oposisi bergandengan tangan mengatasi krisis yang telah emngancam kelangsungan ekonomi seluruh Eropa ini.

"Konsensus adalah satu-satunya jalan," kata Presiden Papoulias.

PM Papandreou

Kondisi ekonomi dan politik Yunani menjadi pertaruhan masa depan ekonomi dan politik Zona Eropa.

Muncul spekulasi bahwa pemerintah baru nanti akan dikepalai Menteri keuangan Evangelos Venizelos, setelah PM Papandreou mengisyaratkan dirinya bersedia mundur agar proses koalisi pemerintahan berjalan lebih mudah.

Namun jurang perbedaan antara dua kubu sangat besar karena Papandreou dan Samaras menawarkan dua solusi yang sangat berbeda untuk mengatasi krisis.

Samaras mengatakan,"Kami ingin mendapat pemerintahan jangka pendek sebagai transisi untuk mengembalikan stabilitas dan setelah itu rakyat bisa ikut pemilu."

Menurutnya langkah Papandreou "berbahaya" untuk negeri itu dan menyerukan agar sang PM mundur.

Sebaliknya menurut Papandreou pemilu hanya "akan membawa dampak bencana bagi perekonomian dan rakyat Yunani".

Menurut Papandreou saat ini adalah "masa kritis". Tanpa dana talangan, Yunani akan bangkrut sebelum akhir tahun dan bisa dikeluarkan dari zona pengguna mata uang euro.

Keikutsertaan Yunani dalam Zona Euro menjadi salah satu bahasan utama pertemuan 20 negara dengan ekonomi terbesar dunia, G20, di Cannes, Prancis yang berakhir Sabtu.

Langkah meninggalkan Zona Eropa, bila benar diambil Yunani, mungkin akan mengguncangkan perekonomian di benua itu karena bisa jadi diikuti negara lain yang khawatir tertular krisis.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.