BBC navigation

PM Yunani diminta mundur oleh oposisi

Terbaru  4 November 2011 - 09:22 WIB
Papandreou

PM Papandreou berupaya mendapat dukungan dari parlemen dalam penanganan krisis ekonomi.

Perdana Menteri Yunani, George Papandreou dituntut untuk mundur dari jabatannya oleh kelompok oposisi dan ini membuat rencana untuk mempersatukan semua kelompok menjadi tidak menentu.

Permintaan kelompok oposisi dari barisan kanan tengah ini muncul setelah sebelumnya Papandreou membatalkan rencana kontroversialnya melakukan referendum soal apakah negara itu ingin ikut terus bergabung dengan zona ekonomi Eropa.

Dia mengatakan penghentian referendum dilakukan dan berharap kelompok oposisi mendukung rencananya tersebut.

Dalam pernyataannya dia mengatakan dukungan dalam bentuk penyusunan "skema yang meluas" atau pembentukan pemerintahan koalisi untuk mengatasi krisis harus segera dilakukan.

Namun sikapnya itu ternyata belum mengakhiri krisis politik dan ekonomi di Yunani, kelompok oposisi menyambut niatnya itu dengan permintaan kepada Papandreou untuk mundur dari jabatannya.

Mereka juga meminta dilaksanakannya pemilu sela di Yunani.

Permintaan itu disampaikan oleh pemimpin oposisi, Antonis Samaras sebelum dia mengajak rekan-rekannya keluar dari parlemen saat pertemuan dengan Papandreou.

Pertanyakan motif

Samaras mempertanyakan motif dari langkah yang dilakukan oleh Papandreou

"Saya bertanya-tanya, Papandreou ini hampir menghancurkan Eropa dan Yunani, mata uang Euro dan pasar saham internasional, apa yang sebenarnya coba diyakinkan partainya? Sehingga dia dapat memeras saya dan warga Yunani atau dia coba menyakinan apa yang saya sudah katakan sebelumnya beberapa hari lalu bahwa saya menerima rencana bailout sebagai hal yang tak terhindarkan?" kata Samaras.

Namun Pemerintahan Papandreou menilai permintaan pemilu ulang justru akan membuat proses bantuan bailout dari Uni Eropa menemui ketidakpastian baru.

"Saya bertanya-tanya, Papandreou ini hampir menghancurkan Eropa dan Yunani, mata uang Euro dan pasar saham internasional, apa yang sebenarnya coba diyakinkan partainya."

Antonis Samaras

Sebelumnya rencana Papandreou untuk melakukan referendum telah menimbulkan kekacauan di pasar saham internasional dan dia juga menghadapi ketidaksetujuan dari sejumlah anggota partai pendukungya.

Banyak pengamat menilai keluarnya Yunani dari Zona Eropa akan memperburuk keadaan karena mungkin akan merembet pada negara lain, karena investor dan nasabah bank di negara Zona Eropa lain bisa jadi akan merasa khawatir kalau negaranya ikut mengambil langkah serupa.

Mulanya dana talangan yang dijanjikan Zona Eropa akan dicairkan pertengahan November ini.

Namun karena krisis kepercayaan di negerinya, PM Papandreou mengatakan yang terpenting kini adalah memenangkan mosi tidak percaya dalam parlemen di Yunani yang akan dilangsungkan Jumat (4/11) waktu setempat.

Selain Yunani, Italia dan Spanyol juga menghadapi gejala ancaman krisis serupa dimana kondisi ekonomi Italia disebut-sebut jauh lebih parah dibanding Spanyol.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.