
Israel mengatakan telah menembakkan rudal balistik di lokasi uji coba di selatan Tel Aviv.
"Hari ini Israel melakukan uji coba penembakan roket dari pangkalan militer Palmachim (di Israel tengah)," demikian bunyi pernyataan yang dikeluarkan Kementerian Pertahanan Israel hari Rabu (2/11).
"Uji coba ini telah lama direncanakan dan dilakukan sesuai jadwal."
Juru bicara Kementerian Pertahanan menolak menjelaskan jenis rudal balistik yang diuji coba tersebut.
Beberapa ahli yang dikutip radio Israel mengatakan rudal tersebut bisa dipasangi hulu ledak nuklir.
Muncul spekulasi dalam beberapa hari terakhir bahwa pemerintah Israel menyiapkan rencana untuk menyerang fasilitas nuklir Iran.
Pemerintah Israel mengatakan fasilitas di Iran dibangun untuk membuat senjata nuklir, tuduhan yang dibantah keras oleh Iran.
Pemerintah di Teheran menegaskan bahwa program nuklir mereka untuk kepentingan damai.
Persetujuan kabinet
Kantor berita Reuters memberitakan wacana serangan ke Iran mulai muncul akhir pekan lalu ketika seorang kolumnis surat kabar di Israel mengatakan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Ehud barak mungkin telah memutuskan untuk menyerang fasilitas nuklir Iran.
Kolumnis tersebut menulis bahwa keputusan ini diambil tanpa meminta persetujuan seluruh anggota menteri.
Koran Haaretz, menurut kantor berita AFP, menyebutkan bahwa Netanyahu meminta persetujuan kabinet hari Rabu (02/11).
Dalam pidato di parlemen hari Senin (31/10) PM Netanyahu kembali menyampaikan pandangan bahwa nuklir Iran menjadi ancaman serius bagi Israel dan dunia.
Namun Netanyahu tidak mengatakan bahwa Iran adalah ancaman bagi militer Israel.
Pemerintah Israel berulang kali mengatakan ada beberapa pilihan untuk menghentikan program nuklir Iran.
Israel, satu-satunya negara di Timur Tengah yang dianggap memiliki kekuatan nuklir, berhasil melakukan uji coba rudal balistik jarak jauh tiga tahun lalu.










