
Qantas telah meminta maaf atas dampak yang dialami penumpang
Maskapai penerbangan Australia Qantas kembali melanjutkan penerbangan setelah pengadilan independen memerintahkan agar sengketa industri dengan para anggota serikat buruh diakhiri.
Pengadilan independen Fair Work Australia mengeluarkan putusan setelah mempertimbangkan bukti-bukti yang diajukan maskapai penerbangan, serikat pekerja, dan pemerintah.
"Kita telah memutuskan untuk mengakhiri aksi industri berkepanjangan," kata pengadilan.
Dengan keputusan ini maka serikat pekerja harus kembali ke meja perundingan dan pihak-pihak terkait harus menyetujui kesepakatan dalam waktu 21 hari atau menghadapi arbitrase yang mengikat.
Pengadilan menyebutkan keputusan yang dikeluarkan mempertimbangkan dampak aksi mogok karyawan Qantas terhadap industri pariwisata di Australia.
Pengoperasian kembali ini sempat tertunda dua jam karena perusahaan menunggu lampu hijau dari otorita penerbangan.
Didukung PM
Namun kini Qantas mengatakan telah mendapat izin Otorita Keselamatan Penerbangan Sipil (CASA) untuk melanjutkan penerbangan.
"Qantas berharap bisa beroperasi kembali sesuai jadwal dalam waktu 24 hingga 48 jam," demikian bunyi pernyataan Qantas (31/10).
Maskapai penerbangan Australia itu menghentikan seluruh penerbangannya hari Sabtu dan berdampak pada sekitar 70.000 penumpang.
Meski penerbangan beroperasi, sebagian penumpang mungkin harus menunggu beberapa hari sebelum seluruh penerbangan benar-benar kembali normal.
Pemerintah Australia menyambut keputusan pengadilan. Perdana Menteri Jualia Gillard mengatakan keputusan ini merupakan kemenangan bagi penumpang.
Maskapai penerbangan para anggota serikat telah terlibat sengketa sejak Agustus tahun ini terkait dengan rencana perombakan operasional dan pemindahan sebagian operasinya ke luar Australia.
Serikat pekerja menentang rencana yang dikatakan akan mengakibatkan hampir 1.000 karyawan kehilangan pekerjaan di bagian operasional Qantas, Australia.










