bbc.co.uk navigation

Tambang Cina meledak, 29 orang tewas

Terbaru  30 Oktober 2011 - 12:44 WIB
Ledakan tambang di Cina

Lokasi tambang di Cina adalah yang paling berbahaya di dunia.

Sebuah ledakan mematikan mengguncang tambang batu bara di Cina Selatan dan menewaskan 29 pekerjanya.

Ledakan gas itu terjadi di sebuah pusat pengangkut baru bara di provinsi Hunan, tulis sejumlah media milik pemerintah Cina.

Enam petambang yang cedera dibawa ke rumah sakit setelah berhasil diselamatkan dari lokasi ledakan di Tambang Batubara Xialiuchong, milik pemerintah kota Hengyang.

Tambang-tambang di Cina merupakan pertambangan paling berbahaya di dunia, meski jumlah korban tewas kakibat beragam kecelakaan di tambang-tambang ini telah menurun beberapa tahun terakhir.

Tahun 2010 lalu terdapat 2.433 orang tewas saat berada di tambang yang mengalami kecelakaan di Cina. Angka ini sudah sedikit menurun dibanding catatan tahun sebelumnya yang menunjukkan jumlah korban mencapai 2.631 orang.

Standar rendah

Standar keselamatan kerja dalam industri tambang di Cina telah mengalami peningkatan beberapa tahun terakhir seiring dengan ditutupnya sejumlah lokasi tambang kecil ilegal.

Namun menurut kelompok pro pekerja tambang angka jumlah korban sesungguhnya jauh lebih tinggi dari angka resmi yang diumumkan pada publik.

Ini terjadi karena para pemilik tambang enggan melapor jika terjadi kecelakaan dan jatuh korban untuk menghindari kerugian akibat pengenaan denda dan hukuman dari aparat.

Tingkat kematian tahunan akibat kecelakaan tambang kini diperkirakan mencapai sekitar sepertiga dari jumlah tertinggi yang mencapai 7.000 kecelakaan yang terjadi pada tahun 2002.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2012 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.