bbc.co.uk navigation

Qantas hentikan penerbangan

Terbaru  29 Oktober 2011 - 15:25 WIB
qantas

Perselisihan buruh membuat Qantas menghentikan semua rute penerbangan.

Maskapai penerbangan Australia Qantas menghentikan semua penerbangan internasional dan domestiknya setelah mengalami perselisihan buruh.

Sebuah pernyataan mengatakan aksi mogok akan dimulai mulai Sabtu dini hari waktu setempat.

Pesawat yang masih dalam perjalanan di udara akan menyelesaikan penerbangan, tetapi tidak akan melanjutkan keberangkatan berikutnya.

Kepala Eksekutif Qantas Alan Joyce mengatakan keputusan ini ''tidak dapat dipercaya''.

Alan Joyce mengumumkan akan mengandangkan semua pesawatnya pada Sabtu ini, ''Maskapai akan dikandangkan sampai ada keputusan terkait perselisihan ini''.

Dia mengatakan tidak akan mengambil ''jalan keluar yang mudah'' dan menyetujui permintaan serikat pekerja. ''Itu akan menghancurkan Qantas dalam jangka panjang''.

"Saya sebenarnya mengambil keputusan yang jelas, sebuah keputusan yang tak dapat dipercaya, keputusan yang sulit, untuk mengandangkan maskapai''.

Joyce mengatakan dia membuat keputusan Sabtu pagi dan kemudian mendapat dukungan dari manajemen Qantas.

Kekhawatiran pemerintah

Maskapai ini memang tengah terpukul oleh serangkaian aksi mogok.

Para pekerja bagasi, teknisi dan pilot terlibat dalam aksi mogok yang merugikan perusahaan sebesar A$15 juta atau sekitar Rp141 miliar lebih dalam seminggu.

"Pemerintah akan membuat sebuah permintaan mendesak kepada pengadilan industri Australia untuk menghentikan semua aksi mogok di Qantas"

Anthony Albanese

Dengan total kerugian mencapai A$68 juta atau sekitar Rp639 miliar lebih.

Pernyataan maskapai yang dimuat dalam halaman Facebook resmi Qantas mengatakan para konsumen yang telah memesan tiket penerbangan diminta untuk tidak ke bandara sampai ada pemberitahuan lanjutan.

Ganti rugi pengembalian uang secara utuh akan diberikan bagi konsumen yang terkena imbas aksi mogok ini.

Ketegangan antara serikat pekerja dengan manajemen Qantas dimulai Agustus silam setelah maskapai berlambang Kangguru terbang ini mengumumkan restrukturisasi dan rencana perekrutan pegawai melalui pihak ketiga.

Serikat pekerja menolak rencana tersebut, dengan mengatakan akan menyebabkan banyak pemecatan.

Menteri Perhubungan Australia, Anthony Albanese mengatakan pemerintah akan mengintervensi perselisihan ini.

"Kami sangat mengkhawatirkan atas apa yang terjadi di Qantas, informasi aksi mogok ini kami dapat di siang hari, tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu dari Qantas,'' katanya.

"Pemerintah akan membuat sebuah permintaan mendesak kepada pengadilan industri Australia untuk menghentikan semua aksi mogok di Qantas. Ini ditujukan serikat pekerja dan manajemen Qantas.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2012 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.