Deklarasi kemerdekaan Libia

Terbaru  24 Oktober 2011 - 08:51 WIB
mustafa jalil

Saat deklarasi kemerdekaan, Mustafa Abdul Jalil meminta warga bersatu demi negara.

Pemerintah transisi Libia mengumumkan kemerdekaan nasional di hadapan kerumunan massa di Benghazi, tempat dimana perlawanan terhadap Gaddafi dimulai.

Ketua Dewan Transisi Nasional, NTC, Mustafa Abdul Jalil mendesak warga Libia untuk menjauhkan konflik sipil dibelakang mereka untuk persatuan negara.

Pengumuman kemerdekaan ini dilakukan setelah Muammar Gaddafi ditangkap dan tewas di Sirte, Kamis (20/10).

NTC sendiri menghadapi tekanan untuk menyelidiki penyebab kematian Gaddafi.

Hasil otopsi mengungkap bahwa Gaddafi mengalami luka tembak di kepala.

Jenazahnya bersama anak lelakinya Mutassim, kini dipamerkan ke publik dalam sebuah fasilitas pendingin di Misrata.

Ribuan orang tewas atau terluka dalam kekerasan memprotes rezim Gaddafi di bulan Februari yang berkembang menjadi sebuah perang sipil besar.

Pemerintahannya berhasil didorong keluar ibukota Tripoli, Agustus silam.

Bagaimanapun Gaddafi menolak untuk menyerah dan mendesak para pengikutnya untuk melawan pemimpin baru.

'Persatuan persaudaraan'

Deklarasi kemerdekaan dilakukan di Benghazi, tempat pertama kali perlawanan dimulai.

Wakil kepala NTC Abdul Hafez Ghoga mengumumkan dari panggung bahwa Libia telah merdeka, dengan menyatakan: ''Deklarasi Kemerdekaan. Angkat tinggi kepalamu. Anda adalah warga Libia yang meredeka.''

Ribuan suara menyambut teriakannya, ''Anda seorang Libia yang merdeka.''

Abdul Jalil sebelumnya bersujud kepada Tuhan untuk mengungkapkan rasa terimakasih sebelum berpidato.

Dia berterimakasih kepada semua orang yang ikut ambil bagian dalam revolusi - dari pejuang pemberontak hingga pengusaha dan wartawan.

"Hari ini kita adalah satu daging, satu daging nasional. Kita telah menjadi persatuan persaudaraan yang tidak terjadi pada masa dahulu,'' katanya.

"Saya meminta semua orang untuk memaafkan, toleransi dan rekonsiliasi. Kita harus menyingkirkan kebencian dan kecemburuan dari jiwa kita. Ini adalah kebutuhan penting untuk keberhasilan masa depan Libia.''

"Hari ini kita adalah satu daging, satu daging nasional. Kita telah menjadi persatuan persaudaraan yang tidak terjadi pada masa dahulu"

Mustafa Abdul Jalil

Abdul Jalil mengatakan Libia akan menjadikan hukum Islam sebagai dasar negara. Bunga pinjaman di Bank akan dipangkas, katanya dan larangan untuk jumlah wanita yang bisa diperistri oleh suami akan dicabut.

Dia juga mendoakan para pendemo anti pemerintah di Suriah dan Yaman untuk mencapai sebuah ''kemenangan''.

Sementara itu Presiden Barack Obama mengucapkan selamat kepada Libia, dengan mengatakan: ''Setelah empat dekade dipimpin oleh diktator yang brutal dan delapan bulan konflik mematikan, warga Libia sekarang bisa merayakan kemerdekaan dan memulai era baru.''

Sedangkan ketua NATO Anders Fogh Rasmussen juga menyambut deklarasi kemerdekaan, tetapi menambahkan bahwa Nato akan tetap menjaga ''kapasitas untuk merespon setiap ancaman warga sipil, jika dibutuhkan.''

Menteri Luar Negeri Libia William Hague menyebutnya sebagai ''kemenangan bersejarah,'' dan mendesak negara ini untuk mencegah ''retribusi dan pembalasan''.

Pemilu akan dilakukan bulan Juni tahun depan, kata pelaksana tugas Perdana Menteri, Mahmoud Jibril.

Sebuah badan baru, tambahnya, akan menyusun sebuah konstitusi untuk melakukan referendum dan membentuk pemerintahan sementara sebelum pemilihan presiden.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.