BBC navigation

Banjir Thailand akan bertahan beberapa pekan

Terbaru  22 Oktober 2011 - 16:15 WIB
Banjir Thailand

Banjir di Thailand diperkirakan belum akan surut hingga enam pekan mendatang.

Perdana Menteri Thailand, Yingluck Shinawatra mengatakan banjir terburuk yang melanda negeri itu dalam beberapa dekade terakhir ini akan bertahan antara empat hingga enam pekan mendatang.

Sehingga, Yingluck yang menyatakan situasi ini sangat serius memperingatkan warga Bangkok untuk mempersiapkan diri jika sewaktu-waktu banjir melanda ibukota Thailand itu.

Perdana Menteri sudah memberlakukan undang-undang bencana nasional untuk menjalankan prosedur darurat.

Dalam siaran televisi mingguannya, Yingluck meminta warga Bangkok untuk memindahkan barang-barang mereka setidaknya ke ketinggian satu meter dari tanah.

"Bangkok harus membuka pintu-pintu airnya agar air bisa mengalir. Jadi di akhir pekan ini warga sebagiknya memindahkan barang-barang, mobil dan benda-benda berharga lainnya," kata Yingluck.

"Masih ada terjangan air dalam jumlah besar dari kawasan utara dan kami tak bisa menahan air lebih lama karena berbagai penghalang hanya bersifat sementara," tambah Yingluck.

Air terus merembes

Sementara itu, wartawan BBC di Bangkok, Rachel Harvey melaporkan air terus menembus penghalang di pinggiran utara Bangkok.

"Bangkok harus membuka pintu-pintu airnya agar air bisa mengalir. Jadi di akhir pekan ini warga sebagiknya memindahkan barang-barang, mobil dan benda-benda berharga lainnya."

Yingluck Shinawatra

Dan meskipun pusat kota Bangkok masih selamat dari genangan air namun situasi di sekitar ibukota tak kunjung membaik.

Pemerintah berupaya mengalirkan air ke arah timur dan barat Bangkok, untuk menghindari terjangan air dalam jumlah besar ke pusat kota.

Selain itu, bandara internasional Bangkok juga dilindungi dari banjir sehingga masih bisa beroperasi dengan normal.

Pemerintah Thailand mengatakan sejauh ini banjir sudah mengakibatkan 110.000 orang mengungsi dan menewaskan 356 orang warga.

Selain menyebabkan tewasnya ratusan warga dan ratusan ribu lainnya mengungsi, bencana banjir ini juga mengakibatkan industri pariwisata Thailand terpukul.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.