Bentrokan Kurdi, 24 tentara Turki tewas

Terbaru  19 Oktober 2011 - 16:14 WIB
Pemakaman tentara Turki

Pemakaman tentara Turki yang tewas dalam bentrokan dengan pemberontak Kurdi.

Paling tidak 24 tentara Turki tewas dalam bentrokan dengan pemberontak Kurdi di pos tentara dan polisi di Turki tenggara.

Sejumlah laporan menyebutkan serangan di propinsi Kurdi, Hakkari itu diperkirakan menimbulkan korban terbanyak dari tentara Turki dalam tahun-tahun terakhir ini.

Pasukan Turki tengah meluncurkan serangan ke Irak utara, markas pemberontak Kurdi.

Presiden Abdullah Gul berjanji untuk melakukan "pembalasan besar".

Serangan itu terjadi sehari setelah pemboman di propinsi Bitlis yang menewaskan lima polisi.

Kawasan ini dianggap sebagai pusat kerusuhan yang diluncurkan pemberontak Kurdi.

Pasukan Turki mengambil tindakan dengan menumpas mereka yang dicurigai simpatisan pemberontak dan melakukan serangan udara ke kawasan Kurdi di Irak utara.

Pemberontak Kurdi memperjuangkan otonomi yang lebih besar di kawasan tenggara Turki yang didominasi warga Kurdi.

Melibatkan polisi

"Turki tidak akan terguncang teror...Kami akan lakukan apapun untuk menyelesaikan hal ini."

Abdullah Gul

Serangan pemberontak Kurdi sejak pertengahan Juli lalu menewaskan puluhan personil keamanan Turki dan paling tidak 17 warga sipil.

Puluhan ribu orang tewas sejak konflik mulai tahun 1984.

Bentrokan terakhir ini terjadi di beberapa tempat di Cukurca dan Yuksekova Selasa (18/10) malam sampai Rabu (19/10).

Departemen dalam negeri mengatakan 24 tentara tewas dan 18 lainnya terluka.

Sejumlah laporan menyebutkan belum ada pernyataan tanggung jawab dari kelompok pemberontak Kurdi, PKK.

"Turki tidak akan terguncang teror...Kami akan lakukan apapun untuk menyelesaikan hal ini," kata Presiden Gul dalam pernyataan yang disiarkan televisi dan dikutip kantor berita AFP.

Perdana menteri dan menteri luar negeri Turki membatalkan kunjungan keluar negeri ini menyusul pertempuran ini, menurut sejumlah laporan.

Agustus lalu, serangan pemberontak di Cukurca menewaskan sembilan tentara dan serangan itu ditanggapi dengan pemboman oleh pesawat tempur Turki atas pangkalan Kurdi di Irak utara, menewaskan sekitar 160 pemberontak.

Pemerintah Turki telah menekankan akan meminta polisi berperan lebih besar dalam meredam pemberontakan namun gagasan ini ditentang sejumlah kalangan yang mengatakan polisi tidak memiliki peralatan selengkap tentara.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.