BBC navigation

Pertukaran tahanan Palestina dan Gilad Shalit

Terbaru  18 Oktober 2011 - 17:07 WIB

Shalit bebas

gilad shalit

Shalit diwawancara televisi setelah dibebaskan oleh Hamas

Setelah ditahan selama lima tahun tentara Israel Gilad Shalit bebas hari Selasa ini (18/10).

Angkatan Bersenjata Israel mengumumkan bahwa Shalit yang selama ini ditahan di lokasi rahasia di Gaza telah berada di Israel.

"Saya merasa kesepian selama bertahun-tahun namun saya yakin bahwa suatu saat nanti saya akan bebas," kata Shalit dalam wawancara pertama setelah dibebaskan.

Shalit mengatakan ia merindukan teman dan keluarga dan ingin menuturkan pengalamannya di tawanan dalam lima tahun terakhir.

"Sekarang saya telah bebas, akan ada banyak hal yang ingin saya lakukan," katanya.

Tampak sehat

Selain berbicara kepada wartawan Shalit juga menghubungi keluarganya melalui sambungan telepon.

Dari layar televisi terlihat bahwa ia tampak sehat.

Shalit bebas setelah dicapai kesepakatan antara kelompok Palestina Hamas dan pemerintah Israel yang ditandatangai 11 Oktober lalu.

Berdasarkan kesepakatan, Shalit dibebaskan bila Israel bersedia membebaskan lebih dari 1.000 tawanan Palestina.

Sejumlah saksi mata mengatakan bahwa tawanan-tawanan Palestina telah mulai menyeberangi perbatasan menuju Gaza.

Tahanan Palestina

Tahanan Palestina yang dibebaskan Israel

Seorang tahanan yang dibebaskan disambut meriah warga Ramallah.

Puluhan ribu warga Palestina berkumpul di kota Gaza untuk merayakan hampir 500 tahanan Palestina yang dibebaskan Israel sebagai imbalan atas pembebasan Gilad Shalit.

Sebelumnya di penyeberangan Rafah para tahanan Palestina langsung disambut oleh keluarga.

Para tahanan ini juga dipeluk oleh pimpinan pemerintah Hamas di Gaza Ismail Haniya.

Di kota Ramallah di Tepi Barat para tahanan yang bebas dipanggul dan diarak ke penjuru kota.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas menggambarkan mereka sebagai pejuang kemerdekaan dan memberikan penghormatan kepada semua pihak yang telah berkorban untuk mewujudkan negara Palestina yang merdeka.

"Anda telah berjuang. Anda telah berkorban. Kerja keras ini akan berujung dengan berdirinya negara Palestina yang merdeka dengan ibukota di Yerusalem Timur."

Presiden Mahmoud Abbas

"Pengorbanan dan upaya Anda semua tidak akan sia-sia," kata Presiden Abbas.

Puluhan tahun

"Anda telah berjuang. Anda telah berkorban. Kerja keras ini akan berujung dengan berdirinya negara Palestina yang merdeka dengan ibukota di Yerusalem Timur," tambah Abbas yang langsung disambut dengan tepuk tangan meriah.

Warga di Ramallah menunggu para tawanan sejak pagi. Banyak di antara para tawanan yang berada di penjara-penjara Israel selama puluhan tahun.

"Ada beberapa warga yang saat ini berusia 31 atau 32 tahun. Keluarga mereka ditahan ketika mereka masih anak-anak. Jadi bisa dibayangkan ramainya suasana di sini," kata Iman Naffar, warga Ramallah yang pernah ditahan Israel.

"Kebahagiaan terpancar di wajah warga di sini meski kami juga masih memikirkan mereka yang saat ini masih ditahan," katanya.

Sekitar 40 tahanan lain yang akan dibebaskan oleh Israel hari ini akan diekstradisi ke luar negeri.

Pembebasan tahanan Palestina gelombang kedua yang melibatkan 550 orang akan dilakukan dalam dua bulan ke depan.

Proses pertukaran

gilad shalit

Sersan Gilad Shalit ditangkap Hamas pada 25 Juni 2006

Setelah ditahan di lokasi rahasia selama lima tahun Gilad Shalit dibebaskan hari Selasa (18/10).

Shalit dibebaskan berdasarkan skema perjanjian antara kelompok Palestina Hamas dan Israel.

Bagaimana Gilad Shalit tertangkap?

Shalit, ketika itu berusia 19 tahun, diculik pada 25 Juni 2006 oleh gabungan kelompok-kelompok militan Palestina, yang membuat terowongan di perbatasan Gaza-Israel, dan kemudian menyerbu pos militer Israel.

Dua tentara Israel tewas, tiga lainnya luka-luka dalam serangan di dekat pos pemeriksaan Kerem Shalom tersebut. Dua anggota kelompok militan Palestina juga tewas.

Sersan Shalit, ketika itu berpangkat kopral, dilaporkan mengalami luka.

Serangan tersebut diklaim dilakukan oleh sayap militer Hamas. Bersama dengan Fatah, Jihad Islam, dan Tentara Islam, kelompok ini adalah anggota organisasi payung yang dikenal dengan nama Komite Perlawanan Rakyat.

Apa yang terjadi setelah Shalit tertangkap?

Israel menuntut pembebasan tanpa syarat dan tiga hari setelah penangkapannya, Israel melancarkan serangan darat pertama ke Gaza.

Ini adalah serangan Israel pertama sejak mundur sepihak dari Jalur Gaza setahun sebelumnya.

Beberapa pekan kemudian, Israel melakukan serangan darat dan udara. Di Tepi Barat, Israel menangkap puluhan anggota parlemen dari sayap politik Hamas.

Dalam satu bulan pertama operasi militer Israel, 100 warga Palestina meninggal dunia. Di pihak Israel, satu tentara tewas.

Shalit ditahan di lokasi rahasia dan selama dalam penahanan, ia tidak boleh dijenguk oleh siapapun termasuk dari perwakilan Palang Merah.

Pada Oktober 2009 Hamas mengeluarkan video Shalit untuk membuktikan bahwa ia masih hidup. Dalam video ini, Shalit meminta pemerintah Israel melakukan apa saja untuk membebaskannya.

Bagaimana akhirnya Israel dan Palestina mencapai kesepakatan pembebasan Shalit?

Awalnya Israel menolak sama sekali untuk berunding namun kemudian bersedia berbicara dalam pertemuan yang ditengahi oleh Mesir dan melibatkan perunding Jerman.

Setelah berunding selama lima tahun, pada 11 Oktober 2011 Israel dan Hamas mengumumkan penandatanganan kesepakatan pertukaran tawanan.

Berdasarkan kesepakatan, Israel pada tahap pertama akan membebaskan 477 tawanan Palestina. Begitu Shalit bebas, Israel akan membebaskan 550 orang.

Para pemimpin Hamas dan Palestina yang ditahan karena melakukan serangan-serangan ke Israel termasuk yang dibebaskan.

Namun Marwan Bargoutti gagal dibebaskan.

Ia adalah salah satu tokoh terkemuka organisasi Fatah pimpinan Presiden Mahmoud Abbas. Ia diperkirakan akan menjadi penerus Abbas dan dianggap sebagai tokoh yang bisa menjembatani perbedaan antara Hamas dan Fatah.

Para tawanan akan langsung dibawa ke Jalur Gaza dari Tepi Barat, sementara sejumlah tawanan lain akan diekstradisi ke luar negeri.

Mengapa masalah ini sangat penting bagi Israel dan Palestina?

Israel adalah negara yang sangat militeristis dan menganggap dirinya dikelilingi oleh negara-negara musuh.

Hampir semua orang tua mengirim anak-anak mereka untuk mengikuti wajib militer dan setelah selesai menjalani dinas mereka tetap melanjutkan status sebagai tentara cadangan.

Jadi, penangkapan Shalit dianggap sebagai persoalan bersama rakyat Israel.

Demikian juga dengan rakyat Palestina. Saat ini ada sekitar 6.000 warga Palestina mendekam di penjara-penjara Israel.

Hamas telah berjanji untuk berupaya membebaskan mereka.

Kenyataan bahwa harga Shalit setara dengan lebih 1.000 tawanan Palestina dinilai sebagai kemenangan Hamas, yang akhir-akhir ini seakan tenggelam oleh Fatah yang melakukan upaya diplomatik dengan berupaya menjadi anggota penuh PBB.

Reaksi keluarga

Adnan Maragha

Ibu Adnan Maragha bersuka cita mendengar bahwa anaknya dibebaskan Israel

Proses pembebasan sekitar 500 tahanan Palestina yang menjadi bagian dari kesepakatan pembebasan tentara Israel, Gilad Shalit, sudah dimulai.

Para tahanan yang akan dibebaskan dikumpulkan di dua penjara menjelang pembebasan hari ini, Selasa 18 Oktober. Sebanyak 550 tahanan lain akan dibebaskan kemudian.

Umm Ahmad Fares, istri Nafez Harez -yang akan dibebaskan hari ini- mengatakan pembebasan suaminya sudah lama dinantikan.

"Kami senang karena kami menaruh harapan pada kesepakatan ini setelah kami sempat frustrasi. Kami tidak mengira bahwa kesepakaan ini akan terwujud. Kami sudah menunggu 26 tahun untuk berita ini," tuturnya kepada BBC World Service.

Sementara itu Samira Barghouti, istri Nael Barghouti, mengatakan mimpinya akhirnya terwujud.

"Suami saya sudah dipenjara selama 34 tahun dan kami sudah lama menunggu momen ini. Saya sudah lama memimpikannya dan sudah berlangsung beberapa pertukaran tahanan namun dia tidak termasuk."

"Saya menantikan kesepakatan Shalit terwujud, jam demi jam, menit demi menit, detik demi detik. Saya salut atas tekad dan semua orang yang terlibat dalam kesepakatan ini," tambahnya.

Namun Hanan Barghouti, saudara perempuan Nael Barghouti- menyayangkan pembebasan tidak bisa lagi disaksikan ibunya.

"Tentu saja saya amat gembira namun pada saat yang sama saya juga sedih karena dia keluar dari penjara tapi tidak bisa lagi bertemu ibu saya. Selain itu adik bungsu saya masih di dalam penjara Israel. Ini amat menyakitkan, tapi saya tetap gembira dan biarpun masih ada pendudukan, kami tetap senang dan akan merayakannya."

Keluarga korban

"Saya menantikan kesepakatan Shalit terwujud, jam demi jam, menit demi menit, detik demi detik. Saya salut atas tekad dan semua orang yang terlibat dalam kesepakatan ini"

Samira Barghouti

Di sisi seberang, warga Israel yang mengajukan keberatan atas pembebasan tahanan tertentu, memiliki waktu banding ke pengadilan tinggi Israel selama 48 jam, sejak Minggu 16 Oktober.

Salah satunya adalah Arnold Roth. Putrinya Malka, tewas 10 tahun lalu ketika seorang pembom bunuh diri menyerang warung penjual pizza di Jerusalem.

Seorang perempuan yang terbukti terlibat dalam serangan bom itu termasuk dalam tahanan yang akan dibebaskan.

"Kami berupaya mencabut namanya dari daftar," tegas Roth kepada BBC.

"Kami melakukannnya karena secara prinsip terdapat sejumlah besar informasi yang salah tentang perempuan itu."

"Dia adalah seorang monster dalam semua hal. Dia berdarah dingin dan karismatis. Dia tampak menarik dan memperdayakan banyak orang yang menulis laporan tentang dia."

"Dia merekayasa pembunuhan massal yang menyebabkan 16 orang tewas dan 130 cedera. Dan selama sedikitnya lima tahun dia mengatakan 'saya akan ke luar, saya tidak menyesalkan apapun'. Dia juga mengatakan 'saya akan melakukannya lagi."

Roth juga berpendapat bahwa dalam masyarakat yang beradab umumnya tidak ditempuh pertukaran tahanan.

"Implikasinya amat rumit bagi kami, termasuk orang yang saat ini belum tahu bahwa mereka akan menjadi korban terorisme."

"Mereka yang dibebaskan akan kembali menjadi teroris. Mereka akan menjadi inspirasi. Banyak dari mereka yang merupakan tokoh yang ikonis dan kami yang akan membayarnya mahal."

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.