BBC navigation

Militan Somalia ancam serang Kenya

Terbaru  18 Oktober 2011 - 09:48 WIB
al shabab

Al Shabab dikenal sebagai militan Somalia yang menggunakan anak-anak sebagai pejuang.

Kelompok militan Al-Shabab memperingatkan Kenya untuk menarik pasukannya dari Somalia, atau akan menghadapi pertempuran berdarah.

Juru bicara Al-Shabab Ali Mohamud Rage kepada BBC mengatakan pejuangnya akan menyerang Nairobi.

Sebelumnya Kenya melancarkan serangan udara dan darat sepanjang akhir pekan kemarin, menyusul sejumlah penculikan di perbatasan yang diduga dilakukan oleh Al-Shabab.

Kelompok garis keras yang mengontrol Somalia selatan ini membantah tuduhan yang menyebut mereka sebagai pelaku penculikan.

Rage mengatakan: ''Kami akan membela diri. Kenya tidak tahu tentang Perang. Kami tahu tentang Perang. Bangunan tinggi di Nairobi akan dihancurkan''.

"Kami telah berjuang melawan pemerintahan tua dan muda lebih dari Kenya dan kami akan mengalahkan mereka,'' katanya.

Sejumlah saksi mata mengatakan ratusan pejuang Al-Shabab tengah bergerak menuju kawasan tempat dimana pasukan Kenya berada.

Pasukan Kenya melintas perbatasan akhir pekan kemarin, didukung dengan helikopter dan pesawat tempur.

"Kami akan membela diri. Kenya tidak tahu tentang Perang. Kami tahu tentang Perang. Bangunan tinggi di Nairobi akan dihancurkan"

Mahmoud Rage

Belum ada laporan terkait dengan konfrontasi besar, meski militer Kenya menyatakan operasi ini berlangsung baik.

"Tim kami di Somalia berjalan baik. Sejauh ini, kami mendorong Al-Shabab dari distrik Dhobley setelah serangan udara dan darat,'' kata juru bicara Kenya kepada kantor berita Reuters.

Penculikan

Kelompok militan Islam ini terkunci dalam sebuah pertempuran dengan pemerintah transisi untuk menguasai sebagian wilayah negara yang berada diluar kekuasaan, terutama di ibukota Mogadishu.

Pemerintah hanya mengontrol bagian kecil kawasan, tetapi memiliki sejumlah kelompok militan di sepanjang negara yang dijadikan sekutu.

Pemerintah Kenya mengatakan mereka ingin menjamin untuk memastikan militan Al-Shabab tidak mampu beroperasi dimanapun di wilayah perbatasan Kenya dan Somalia.

Nairobi saat ini tengah marah setelah serangkaian penculikan terhadap warga asing terjadi di dekat perbatasan.

Yang terbaru adalah dua orang Spanyol yang bekerja sebagai tenaga medis di kamp pengungsian Dadaab.

Seorang wanita Prancis yang tinggal di Lamu dan seorang turis Inggris juga diculik dalam beberapa pekan terakhir.

Meski Kenya menyalahkan Al-Shabab atas penculikan, meski kelompok ini membantahnya.

Setelah dua dekade terjebak dalam perang sipil, Somalia diliputi dengan serangan bersenjata, dan setiap kelompok militan akan melakukan penculikan, termasuk kelompok pembajak.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.