BBC navigation

Anak-anak Jepang di sekitar PLTN diperiksa

Terbaru  9 Oktober 2011 - 17:58 WIB
Demonstrasi antinuklir di Jepang September 2011

Warga Jepang khawatir radiasi dari PLTN menyebabkan kanker dan penyakit-penyakit lain

Pihak berwenang Jepang hari ini (9/10) mulai melakukan pemeriksaan medis terhadap lebih dari 300.000 anak-anak dari kawasan sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima.

Para warga menyampaikan kekhawatiran tentang kemungkinan kelainan thyroid karena terpapar radiasi yang keluar dari PLTN Fukushima sejak bencana gempa bumi dan tsunami Maret lalu.

Pihak berwenang menegaskan tingkat radiasi di luar wilayah wajib evakuasi seluas 20 kilometer dari PLTN dinyatakan aman.

Pemeriksaan kesehatan sejauh ini dipusatkan pada kelompok-kelompok sampel kecil.

Para dokter setempat memantau perkembangan anak dalam jangka panjang terkait kemungkinan mereka mengalami kelainan thyroid, gangguan yang biasanya timbul akibat terpapar radiasi.

Mereka berharap bisa memeriksa 360.000 anak-anak yang berada di bawah usia 18 tahun ketika krisis nuklir muncul Maret lalu. Dalam pemeriksaan itu, kondisi kesehatan mereka akan dipantau tim medis sepanjang masa.

Banyak orang tua meminta pihak berwenang melakukan pemeriksaan thyroid.

Pemeriksaan besar-besaran ini akhirnya dilakukan setelah muncul hasil survei tidak resmi yang menunjukkan 10 dari setiap 130 anak-anak yang dievakuasi dari Fukushima mengalami gangguan hormon dan gangguan-gangguan lain pada kelenjar gondok.

Namun tim dokter yang melakukan survei ini menambahkan bahwa mereka tidak bisa mengkaitkan apakah gangguan tersebut ada hubungannya dengan kecelakaan nuklir di PLTN Fukushima.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.