Dua pemuda Tibet membakar diri

Terbaru  8 Oktober 2011 - 11:24 WIB
Tibet monks

Banyak biksu Tibet yang memprotes kebijakan Cina dengan cara membakar diri.

Dua remaja Tibet membakar diri sendiri dekat sebuah biara di provinsi Sichuan Cina.

Aksi pembakaran diri sendiri ini dilakukan sebagai bagian dari protes atas kebijakan Cina di Tibet.

Kedua remaja itu diketahui sebagai mantan biksu di biara Kirti, yang sudah dikenal sebagai tempat dimana banyak biksu anti pemerintahan Cina.

Dua remaja itu Choepel dan Khayang, membakar diri mereka Jumat pagi di jalan Aba atau bagi etnis Tibet lebih dikenal dengan nama Ngaba, tempat dimana komunitas terbesar Tibet berada.

Lembaga Free Tibet dari Inggris dalam sebuah pernyataan mengatakan, Choepel (19) dikeluarkan dari biara setelah seorang biksu membakar diri Maret silam.

Sementara alasan Khayang (18) keluar dari biara tidak jelas, meski demikian banyak pemuda Budha yang memang memilih untuk menghabiskan sejumlah waktu sebagai biksu.

''Mereka melipat tangan mereka dalam gerakan memohon dan meneriakan protes atas kebijakan Cina,'' kata Kanyak Tsering, seorang biksu di biara Dharamsala, India kepada Radio Free Asia.

Dia mengatakan polisi memadamkan api dan membawa mereka ke rumah sakit.

''Bahkan saat mereka ditarik, Khayang masih terlihat mengepalkan tangannya ke udara dan berteriak,'' kata Kanyak Tsering.

Salah satu dari remaja itu dilaporkan meninggal.

Pendidikan hukum

"Komunitas internasional tidak bisa lagi diam saat menghadapi kekerasan yang dilakukan pemerintah Cina terhadap warga Tibet"

Stephanie Brigden

Biara Kirti selama ini memang dikenal sebagai tempat dimana aksi protes anti pemerintahan Cina sering berlangsung, dan selalu di razia oleh pasukan keamanan.

Tiga biksu dari biara ini dipenjara seumur hidup karena membantu seorang biksu lainnya mengorbankan diri, sementara banyak biksu yang tersisa diperintahkan untuk mengikuti ''pendidikan hukum''.

Beijing mengatakan para biksu ini telah ''melakukan tindakan yang ditujukan untuk mengganggu kenyamanan sosial,'' termasuk perusakan dan pengorbanan diri sendiri.

Free Tibet mengatakan ada kabar yang beredar di Ngaba bahwa lusinan biksu ''siap untuk mengorbankan diri mereka,'' dan selebaran menyebutkan warga siap mati untuk aksi protes.

"Ini adalah bukti ada banyak pemuda Tibet yang berani, yang mau menarik perhatian global terkait pelanggaran hak asasi manusia terbesar dan terpanjang di dunia, dengan resiko apapun,'' kata direktur Free Tibet Stephanie Brigden.

"Komunitas internasional tidak bisa lagi diam saat menghadapi kekerasan yang dilakukan pemerintah Cina terhadap warga Tibet, ini waktunya untuk membela,'' katanya.

Banyak warga Tibet yang mengeluh tentang pertumbuhan dominasi etnis Han Cina -yang sengaja dipindahkan ke Tibet - dan dipandang sebagai upaya untuk menghilangkan kebudayaan Tibet.

Tetapi Cina, yang menyalahkan pemimpin keagamaan Tibet, Dalai Lama, atas kekerasan di Tibet beralasan pemerintah justru telah meningkatkan taraf hidup warga Tibet.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.