BBC navigation

Jepang mengandangkan 200 jet tempur F15

Terbaru  8 Oktober 2011 - 16:04 WIB
F15

Jepang berencana meremajakan armada udaranya dengan anggaran lebih dari US$8 miliar.

Jepang mengandangkan lebih dari 200 pesawat tempur F-15 setelah salah satu pesawat tempur itu mengalami kerusakan.

Dalam sebuah misi latihanm, tangki bahan bakar salah satu pesawat tempur tersebut terlepas dan jatuh.

Api terlihat menjalar dibawah sayap dan bagian tangki yang terlepas jatuh disekitar kawasan barat kota Komatsu.

Tangki dengan berat sekitar 155kg, dalam keadaan kosong, dan misil tiruan terlepas dari pesawat dan jatuh di sebuah lapangan dekat dengan landasan untuk mendarat. Puing dari tangki yang lepas itu jatuh di 10 lokasi, termasuk di saluran pembuangan kotoran.

Tidak ada yang terluka dalam insiden tersebut dan pesawat tempur itu sendiri berhasil mendarat dengan aman.

"Kami menangani kecelakaan ini dengan sangat serius,'' kata Jenderal Shigeru Iwasaki, Kepala Angkatan Udara Jepang, dalam sebuah keterangan pers.

Dia mengatakan penyebab jatuhnya tangki F-15 masih dalam penyelidikan.

Peremajaan pesawat

Insiden copotnya tangki bahan bakar F-15 ini adalah yang kedua dalam tiga bulan terakhir.

Juli silam, armada udara juga dikandangkan setelah sebuah pesawat jatuh di Laut Cina Selatan. Pilotnya, meski diyakini sudah tewas, tetapi tetap dimasukan ke dalam daftar hilang dan sampai saat ini belum ada penjelasan resmi terkait kecelakaan tersebut.

Serangkaian kecelakaan yang melibatkan armada udara ini nampaknya membuat Angkatan Udara Jepang bersikap reaktif dengan mengandangkan semua pesawat tempur F-15 milik mereka.

Pejabat Pasukan Pertahanan Udara Jepang mengatakan semua misi kecuali yang terkait dengan keadaan darurat kini dihentikan dan akan berakhir sampai 202 pesawat tempur F-15 Jepang sepenuhnya dinyatakan aman.

Insiden terbaru ini terjadi disaat Tokyo juga tengah mencari pengganti pesawat yang sudah dimakan usia. Jepang tengah mempertimbangkan kemungkinan membeli pesawat baru baik dari pabrikan pesawat tempur AS dan dari Eurofighter Typhoon dalam sebuah kesepakatan yang kemungkinan akan dicapai akhir tahun ini dengan anggaran sebesar US$8 miliar.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.