BBC navigation

Senat AS mendukung debat tentang mata uang Cina

Terbaru  4 Oktober 2011 - 07:58 WIB
Yuan dan dollar

RUU tidak menyebut Cina namun setiap negara yang menurunkan nilai mata uang.

Senat Amerika sudah melakukan pemungutan suara mendukung debat undang-undang yang bisa menekan Cina untuk melepas nilai mata uangnya lebih tinggi.

Dengan angka 79-19, Senat mendukung dibukanya perdebatan untuk Undang-undang Reformasi Kekeliruan Tingkat Penukaran Mata Uang 2011.

"Rekan-rekan, baik Demokrat maupun Republik, sepakat bahwa aksi Cina yang disengaja dalam menurunkan nilai mata uangnya memberi produk negara itu melakukan persaingan yang tidak adil di pasar," kata pemimpin mayoritas Senat, Harry Reid.

Undang-undang itu akan memberikan wewenang bagi pemerintah Amerika Serikat untuk meningkatkan tarif impor dari negara-negara yang menurunkan nilai mata uang guna meningkatkan ekspor.

Sejumlah politisi dan kelompok usaha menuduh Cina sengaja menekan nilai yuan.

Dengan mempertahankan nilai yuan yang relatif rendah, maka ekspor Cina bukan saja lebih murah dan mampu bersaing dengan saingannya namun juga membuat produk impor lebih mahal dibanding produk dalam negeri.

Hal itu dianggap merusak bisnis dan lapangan kerja di Amerika Serikat, khususnya ketika perekonomian Amerika sedang berjuang dan dalam risiko terjerumus kembali ke dalam resesi.

Menurut para anggota Senat yang mendukung debat, maka RUU itu kelak bisa memperkecil defisit perdagangan antara Cina dan Amerika Serikat, yang saat ini diperkirakan mencapai US$250 miliar.

Hambatan di DPR

"Rekan-rekan, baik Demokrat maupun Republik, sepakat bahwa aksi Cina yang disengaja dalam menurunkan nilaui mata uangnnya memberi produk negara itu persaiangan yang tidak adil di pasar."

Harry Reid

Berbeda dengan mata uang utama dunia lainnya, Cina tidak mengizinkan yuan mengambang bebas di pasar uang. Dan para analisis memperkirakan nilainya jadi jauh lebih rendah sekitar 40% dibanding dolar Amerika Serikat.

Pemungutan suara di Senat AS dianggap oleh kantor berita Cina sebagai upaya publisitas semata.

Sementara itu di dalam negeri AS, sejumlah pihak mengatakan Amerika sendiri yang sebenarnya menciptakan masalah ekonominya dan melawan Cina justru bisa memprovokasi perang dagang yang mungkin akan berdampak lebih buruk bagi perekonomian.

Bagaimanapun undang-undang yang didukung kedua partai ini tidak secara tegas menyebut Cina, namun memungkinkan pemerintah Amerika Serikat memberikan sanksi kepada sebuah negara yang sengaja menurunkan nilai mata uangnya.

Dengan pemungutan suara yang setuju, maka perdebatan akan segera dimulai di Senat pada pekan ini.

Jika lolos di Senat, maka RUU kemungkinan akan terhambat di Dewan Perwakilan Rakyat karena para pemimpin Partai Republik di sana tidak terlalu bersemangat mendukungnya.

Pada sisi lain pemerintahan Obama juga khawatir akan tanggapan Cina terhadap undang-undang tersebut.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.