BBC navigation

Serangan bunuh diri di Somalia, 65 tewas

Terbaru  4 Oktober 2011 - 19:19 WIB
somalia

Seorang menteri memperkirakan angka korban akan bertambah

Serangan bom bunuh diri di ibukota Somalia Mogadishu menewaskan setidaknya 65 orang dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Para pejabat pemerintah tengah mengadakan pertemuan di satu satu gedung kementerian ketika mobil berisi bom melewati pos pemeriksaan dan kemudian meledak.

"Tiba-tiba saja terdengar suara yang sangat keras. Perabotan, jendela, dan tembok hancur," kata Abdullahi Godah Barreh, Menteri Perencanaan Pembangunan kepada BBC.

Terdapat delapan kementerian di gedung yang menjadi sasaran serangan bom bunuh diri.

"Jadi bisa Anda bayangkan ramainya gedung tersebut. Saya memperkirakan jumlah korban akan bertambah," kata Barreh.

Ia mengatakan kompleks perkantoran ini dijaga ketat oleh tentara dan separuh menteri berkantor di sini.

"Itulah sebabnya gedung ini menjadi sasaran teroris," tandasnya.

Daya ledak besar

Bom ini memiliki daya ledak yang sangat besar yang membuat potongan tubuh korban terlempar hingga beberapa ratus meter.

Wartawan BBC Mohammed Dhore yang berada di lokasi kejadian mengatakan ini adalah insiden terburuk yang pernah ia alami.

"Saya melihat mayat-mayat yang terbakar, yang tergeletak begitu saja. Gedung di kementerian ini hancur," kata Dhore.

"Orang-orang syok, menangis, sementara mereka yang mengalami luka-luka mencari bantuan. Tentara mengeluarkan tembakan, namun saya tidak tahu kepada siapa mereka mengarahkan tembakan," katanya.

Di antara korban tewas terdapat tentara dan mahasiswa yang tengah mengunjungi Kementerian Pendidikan.

Kelompok militan Islam al Shabaab mengatakan melakukan serangan ini.

Somalia tidak memiliki pemerintahan yang efektif sejak 1991. Pemerintah peralihan dan milisi Islam berebut menjalankan negara tersebut.

Al Shabab, yang mempunyai hubungan dengan al Qaeda, menguasai sebagian besar wilayah Somalia seletan dan tengah.

Kelompok ini mundur dari Mogadishu dua bulan lalu.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.