Pencarian korban topan di Filipina

Terbaru  2 Oktober 2011 - 19:22 WIB
Kota Calumpit

Banyak yang bertahan selama empat hari di atap-atap rumah sambil menunggu bantuan

Para petugas masih terus mencari korban terjangan dua angin topan yang melanda Filipina dalam satu minggu terakhir.

Para petugas penyelamat bergerak ke daerah yang terputus dan mencari penduduk yang berusaha menyelematkan diri dengan bertahan di atap-atap rumah mereka.

Pemerintah Filipina masih berupaya melakukan evakuasi terhadap penduduk yang terperangkap di daerah bencana karena masih ada ancaman banjir bandang dan tanah longsor menyusul terjangan topan Nalgae.

Paling tidak 52 orang tewas dan ribuan lainnya kehilangan tempat tinggal setelah topan Nesat menghantam Selasa lalu.

Topan Nalgae kemudian menerjang dengan rute yang sama, menewaskan paling tidak tiga orang.

Jumlah korban tewas diperkirakan akan terus meningkat menyusul terjangan Nalgae yang berlangsung enam jam hari Sabtu (01/10) di pulau Luzon.

Nalgae kini bergerak ke arah Laut Cina Selatan dan Cina bagian selatan dengan kecepatan ingin 130 kilometer per jam.

Masalah besar

Ratusan penduduk di kota Calumpit, di sebelah utara Manila, bertahan selama empat hari di atap-atap rumah mereka untuk menghindari banjir.

Para petugas dengan menggunakan kapal karet tidak dapat menembus kota itu karena sempitnya jalan menuju ke sana.

Kantor berita Associated Press melaporkan dua helikopter angkatan udara dikerahkan untuk menyalurkan bantuan air dan makanan ke para penduduk.

"Kami menghadapi masalah besar," kata walikota Calumpit James de Jesus kepada jaringan televisi ABS-CBN.

"Kami menghadapi banjir yang akan terjadi lama," tambahnya.

Benito Ramos, dari kantor pertahanan sipil, mengunjungi kota itu dan memperingatkan air banjir akan semakin meninggi karena limpahan dari daerah pegunungan Cordillera.

Ramos menyerukan kepada penduduk yang "menolak untuk pindah" agar bersedia dievakuasi."

Topan Nalgae melalui rute yang sama dengan Nesat dan telah melanda daerah yang dihuni lebih dari 2,4 juta jiwa.

Lebih dari satu juta orang diungsikan sejauh ini dan banyak lainnya yang pindah ke rumah sanak saudara atau teman.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.