Ketua partai Korsel melintasi perbatasan ke Korut

Terbaru  30 September 2011 - 12:04 WIB
Hong Joon-Pyo di perbatasan Korea.

Hong Joon-Pyo merupakan Ketua Umum GNP yang berkunjung ke Kaeson di Korea Utara.

Ketua umum partai yang berkuasa di Korea Selatan, Partai Nasional Agung, GNP, melakukan kunjungan yang jarang terjadi ke Korea Utara.

Hong Joon-pyo melintasi perbatasan Korea Selatan dan Utara yang dijaga ketat untuk kunjungan selama satu hari ke kawasan industri bersama di Kaesong, Jumat 30 September.

Kunjungan ini berlangsung ketika upaya meredakan ketegangan tinggi antara kedua Korea, yang antara lain diperburuk oleh dua serangan Korea Utara ke Selatan tahun lalu, yang menewaskan 50 tentara dan penduduk sipil Korea Selatan.

"Saya merupakan ketua partai GNP pertama yang berkunjung ke Kaesong," tuturnya menjelang keberangkatan kepada para wartawan seperti dikutip kantor berita Korea Selatan, Yonhap.

Dia menambahkan bahwa merupakan kewajiban politik untuk mencoba meningkatkan hubungan kedua Korea namun dalam kunjungannya ini, tidak diungkapkan rencana pertemuan dengan pejabat tinggi Korea Utara.

"Ini merupakan kunjungan kerja namun merupakan kewajiban politik untuk memecah kebuntuan dalam hubungan antar Korea."

Kawasan industri Kaesong yang terletak di wilayah Korea Utara merupakan salah satu perlambang kerja sama kedua negara. Sebanyak 46.300 warga Korea Utara bekerja di 123 industri milik pengusaha Korea Selatan, yang memproduksi tekstil, peralatan rumah tangga, arloji, dan produk-produk lainnya.

Upaya meredakan

"Saya merupakan ketua partai GNP pertama yang berkunjung ke Kaesong."

Hong Joon-pyo

Hubungan kedua Korea memburuk sejak Presiden Lee Myung-bak -yang berkuasa pada Februari 2008- karena kebijakannya yang mengkaitkan bantuan kepada Korea Utara dengan program pelucutan nuklir Korea Utara. Posisi itu membuat Korea Utara berang.

Dan semakin memburuk lagi setelah pemerintah Seoul menuduh Pyongyang menembakkan torpedo ke kapal perang milik Korsel pada Maret 2010, yang menewaskan 46 pelautnya.

Korea Utara berulang kali membantah berada di belakang serangan itu.

Puncak memburuknya hubungan kedua Korea adalah pada November 2010, ketika Korea Utara melancarkan dua serangan bom ke sebuah pulau perbatasan dengan korban jiwa 50 orang.

Bagaimanapun ada tanda-tanda upaya untuk meredakan ketegangan.

Pekan lalu 24 pemuka agama dari Korea Selatan melakukan kunjungan ke Korea Utara selama empat hari dengan tujuan meredakan ketegangan.

Sementara itu, utusan Korea Selatan dan Utara sudah melakukan pertemuan yang kedua di Beijing, juga pada bulan September, walau belum ada kemajuan penting yang dicapai.

Korea Utara juga sudah meminta agar pertemuan enam negara dilanjutkan kembali tanpa kondisi apapun namun Korea Selatan dan Amerika Serikat menegaskan Pyongyang harus lebih dulu menghentikan kegiatan pengayaan uraniumnya dan mengizinkan inspektur PBB masuk kembali ke negara itu.

Pertemuan enam negara terdiri dari dua Korea, Amerika Serikat, Cina, Jepang, dan Rusia yang terakhir kali digelar tahun 2008.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.