BBC navigation

Jepang mungkin akan membantu krisis keuangan Yunani

Terbaru  27 September 2011 - 11:53 WIB
Bursa Jepang

Indeks Nikkei 225 di Bursa Tokyo naik kembali pada Selasa 27 September.

Jepang mengatakan akan mempertimbangkan untuk menjadi bagian dari recana global dalam membantu Yunani dari krisis keuangan.

Menteri Keuangan Jepang, Jun Azumi, mengatakan negara-negara kawasan mata uang euro perlu menyusun rencana yang rasional untuk meredakan tekanan pada ekonomi global.

"Jika ada skema yang dapat didasarkan pada proses yang tegas, yang meliputi sejumlah dana yang masuk akal dan bisa memberikan kepada dunia dan pasar, sebuah sentimen keamanan berkaitan dengan bantuan kepada Yunani, saya tidak menutup kemungkinan Jepang akan berbagi sejumlah beban," kata Azumi, seperti dikutip kantor berita Reuters.

Komentar Azumi itu muncul sehari setelah indeks di Bursa Tokyo, Nikkei 225, turun ke titik terendah dalam waktu dua setengah tahun terakhir ditengah-tengah kekhawatiran krisis utang di negara-negara Eropa bisa menghambat pertumbuhan.

Bagaimanapun pada Selasa 27 September 2011, indeks Nikkei kembali naik yang menjadi bukti fleksibilitas pasar saat ini.

Kestabilan Eropa

"Jika kekacauan ekonomi menyebar dari Eropa ke bagian dunia lain, Jepang tidak akan kebal."

Massaki Kanno

Para analis mengatakan keinginan Jepang mempertimbangkan keikutsertaan dalam membantu krisis Yunani bersumber dari keingingan Jepang untuk menjamin kestabilan di kawasan Eropa.

Eropa merupakan pasar utama bagi ekspor Jepang dan ada kekhawatiran jika jalan keluar atas krisis hutang Yunani tidak segera dipecahkan maka akan mempengaruhi pertumbuhan dan permintaan akan produk Jepang.

"Jika kekacauan ekonomi menyebar dari Eropa ke bagian dunia lain, Jepang tidak akan kebal," jelas Masaaki Kanno dari JP Morgan.

Semakin berkembangnya ketidakpastian di Eropa juga akan membuat para investor kembali ke mata uang yang biasanya aman, seperti yen.

Hal itu bisa menyebabkan penguatan mata uang Jepang atas dollar Amerika Serikat dan euro yang pada gilirannya akan membuat produk Jepang menjadi lebih mahal dan membuat keuntungan perusahaan semakin kecil ketika mereka menukar mata uang asing ke dalam yen.

Massaki Kano juga mengatakan penurunan di Bursa Tokyo yang berlanjut bisa merusakan perekenomian Jepang.

"Bank-bank Jepang dan perusahaan asuransi merupakan investor besar di bursa saham dan jika Nikkei terus turun maka akan membawa pasar keuangan sistem ke dalam kekacauan," kata Kano.

Pemerintah negara-negara dengan mata uang euro saat ini masih terus melakukan pembahasan guna mencari jalan terbaik untuk menghentikan krisis Yunani menyebar di Eropa.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.