Obama mengatakan pada Abbas akan memveto Palestina

Terbaru  22 September 2011 - 11:21 WIB
Presiden Mahmoud Abbas dan Presidan Barack Obama

Presiden Abbas dan Presidan Obama bertemu disela-sela Sidang Umum PBB.

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama menegaskan Amerika Serikat akan melakukan veto terhadap langkah Palestina mencalonkan diri sebagai anggota tetap PBB.

Kepastian soal veto ini disampaikan Obama saat bertemu dengan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas.

"Kami akan menentang semua langkah (Palestina) di Dewan Keamanan, dan jika perlu menggunakan hak veto," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, Ben Rhodes, usai pertemuan antara Obama dan Abbas.

Namun Presiden Abbas bersikukuh akan tetap pada niatnya untuk mencalonkan Palestina sebagai anggota PBB.

Sebelumnya, dalam pidatonya di hadapan Majelis Umum PBB, Presiden Obama kembali menegaskan bahwa pendirian negara Palestina hanya bisa terjadi lewat dialog dengan Israel.

"Perdamaian tidak datang melalui pernyataan dan resolusi di PBB."

"Tidak ada jalan pintas untuk mengakhiri konflik yang sudah berlangsung selama beberapa dekade," tambahnya saat memberikan pidato di depan Sidang Umum PBB.

"Pada akhirnya adalah Israel dan Palestina -bukan kita- yang harus mencapai kesepakatan dalam isu-isu yang memisahkan mereka: dalam perbatasan maupun keamanan, dalam hal pengungsi dan Jerusalem."

"Pada akhirnya adalah Israel dan Palestina -bukan kita- yang harus mencapai kesepakatan dalam isu-isu yang memisahkan mereka: dalam perbatasan maupun keamanan, dalam hal pengungsi dan Jerusalem."

Presiden Barack Obama

Pihak Palestina mengatakan gagasan untuk mencalonkan diri menjadi anggota PBB diilhami oleh sejumlah unjuk rasa menuntut reformasi politik di kawasan Timur Tengah -yang disebut Musim Semi Arab- dan juga didorong oleh perundingan damai yang selama bertahun-tahun ini tidak membuahkan hasil.

Pengamat nonanggota

Presiden Mahmoud Abbas sendiri tengah mempersiapkan upaya pendaftaran resmi kepada Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, di New York, Jumat (23/09). Rencananya dia akan menyampaikan pengajuan resmi setelah menyampaikan pidato di depan Sidang Umum PBB.

Jika Sekjen Ban menerima pendaftaran ini, maka Dewan Keamanan kemudian akan mengkajinya dan melakukan penghitungan suara.

Agar permohonan bisa diterima, maka setidaknya sembilan dari 15 anggota Dewan Keamanan harus memberi dukungan, dengan catatan tak satupun anggota tetap DK menggunakan hak veto.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu menyambut baik keputusan Amerika Serikat.

Dia bahkan mengatakan Presiden Obama layak mendapat penghargaan atas pembelaannya untuk Israel.

Bagaimanapun perunding senior Palestina, Nabil Shaath, mengatakan bahwa keanggotaan Palestina di PBB bisa diterima secara moral, hukum, dan politis.

Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy, sudah mengusulkan sebuah jalan kompromi dengan menyarankan agar Majelis Umum PBB memberikan status pengamat bukan anggota yang memungkinkan dihidupkannya kembali perundingan damai dengan Israel.

Untuk mendapatkan status 'pengamat nonanggota' -seperti yang dimiliki Vatikan- tidak membutuhkan persetujuan dari Dewan Keamanan tapi cukup lewat mayoritas tunggal dalam penghitungan suara di Majelis Umum, yang tidak memiliki hak veto.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.