BBC navigation

Kekerasan Yaman berlanjut, 50 tewas.

Terbaru  20 September 2011 - 07:19 WIB
yemen demo

Aksi demonstrasi tetap berlanjut meski korban tewas meningkat.

Lebih dari 50 orang tewas dalam dua hari aksi demonstrasi anti pemerintahan di Yaman.

Saksi mata menyebut penembak jitu menembaki sebuah tenda massa pendemo, menewaskan puluhan orang termasuk anak-anak.

Pasukan keamanan dilaporkan juga mengepung kawasan pendemo.

Meski aksi demonstrasi ini menimbulkan korban jiwa tetapi oposisi menyatakan akan tetap menggelar aksi untuk menggulingkan Presiden Ali Abdullah Saleh.

Selama berbulan-bulan, ribuan orang telah turun ke jalan mendesak Saleh yang telah berkuasa sejak tahun 1978, mundur.

Ali Abdullah Saleh sendiri saat ini berada di Arab untuk perawatan akibat serangan bom bulan Juni.

Oposisi meyakini pemerintahan Saleh sengaja melakukan kekerasan untuk mencegah adanya perjanjian.

Tetapi pemerintah Yaman membantah pasukan keamanan menembaki aksi demonstrasi yang berjalan damai. Kepada BBC, pemerintahan Yaman menyatakan pasukan mereka justru yang diserang oleh militan simpatisan al-Qaeda.

Aksi kekerasan terbaru di Yaman ini mendorong AS dan sejumlah negara Uni Eropa di Komisi HAM PBB menggelar pertemuan di Jenewa untuk mendesak pemerintahan Yaman menghentikan kekerasan terhadap para pendemo.

Utusan PBB dan Komisi Kerjasama Teluk telah tiba di Yaman sebagai bagian dari upaya untuk bernegosiasi agar Saleh mau mundur.

Serangan udara

yemen

Sejumlah laporan menyebut penembak jitu menembaki kerumunan massa.

Dalam dua hari terakhir ini merupaka kekerasan terburuk yang terjadi dalam beberapa bulan. Pada hari Minggu, 26 orang tewas dan banyak orang yang mengalami luka-luka saat mereka berdemo menunju istana kepresidedenan di ibukota, Sanaa.

Aksi semakin memburuk pada Senin kemarin, yang setidaknya menewaskan 27 orang saat pasukan keamanan menembaki pendemo.

Penembak jitu dilaporkan mulai menembaki massa sesaat setelah seorang pemimpin demo mengajak massa untuk menggelar aksi lanjutan.

Serangan ini menewaskan sejumlah orang, termasuk diantaranya seorang anak yang tidak terkait dengan aksi demonstrasi.

Ayah anak itu kepada kantor berita Reuters mengatakan ''Saya keluar untuk mencari makan dan meninggalkan dua anak saya di dalam mobil dan saya mendengar anak tertua saya berteriak. Anak saya yang kecil ditembak tepat di kepala.''

Dalam kawasan lainnya di kota Sanaa, baku tembak terjadi antara pasukan keamanan dan tentara pembangkang.

Hakim al-Masmari, editor koran Yemen Post di Sanaa, kepada BBC mengatakan pesawat militer sering melintas di atas kota. Sejumlah saksi mata mengatakan serangan udara dilancarkan ke sebuah pangkalan militer tempat dimana para tentara pembangkang berada.

Tom Finn, seorang wartawan lepas di Sanaa, mengatakan korban luka-luka yang dirawat di rumah sakit kebanyakan menderita luka tembak dibagian kaki.

Korban tewas juga dilaporkan di kota Taiz, kawasan selatan ibukota.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.