BBC navigation

Kebakaran pipa minyak Kenya, 100 tewas

Terbaru  12 September 2011 - 20:57 WIB
Pipa minyak terbakar di Kenya

Puntung rokok yang dilempar ke genangan minyak diduga penyebab kebakaran

Lebih dari 100 orang tewas akibat ledakan pipa minyak dan kebakaran di ibu kota Kenya, Nairobi hari Senin (12/9)

Ledakan terjadi persisnya di kawasan industri Linga.

Petugas pemadam kebakaran berusaha keras menjinakkan api yang mengancam penutupan kota di dekatnya.

Pemadam kebakaran menyemprotkan busa kimia untuk membendung kebakaran sedangkan polisi dan tentara menutup kawasan tersebut.

Pipa minyak itu melalui kawasan berpenduduk padat antara pusat kota Nairobi dan bandara.

Lebih dari 80 korban telah dirawat di rumah sakit.

Juru bicara layanan ambulans mengatakan banyak dari korban hangus terbakar.

Wartawan BBC Hassan Lali melukiskan tempat kejadian yang dipenuhi dengan potongan tubuh manusia yang sebagian terbakar hangus tinggal tulang.

Puntung rokok

Laporan-laporan menyebutkan, ledakan itu disebabkan oleh puntung rokok yang dilemparkan ke arah got yang penuh dengan minyak.

Juru bicara polisi Charles Owino mengatakan kepada kantor berita Reuters, minyak tersebut bocor dari sebuah tanki di depo milik Kenya Pipeline Company. Atap seng dipasang di tempat bocoran pipa itu untuk menampung minyak.

Penduduk setempat mengatakan kebocoran awal pekan ini di jalur pipa mendorong sejumlah warga datang mengumpulkan minyak tersebut.

"Kemudian terjadi ledakan besar, asap membumbung tinggi dan api berkobar-kobar," kata Joseph Mwego kepada kantor berita Agence France-Presse.

Potongan tubuh manusia terlempar sejauh 300 meter di tempat kejadian, kata saksi mata.

Jenazah korban juga terapung di sungai dekat tempat ledakan dari korban yang berusaha loncat setelah tubuhnya terbakar.

Bencana karena mengumpulkan minyak dari pipa bocor terjadi juga di Molo, Kenya tahun 2009.

Saat itu lebih dari 100 tewas akibat kebakaran mobil tanki yang terbalik.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.