BBC navigation

Proposal Obama untuk lapangan kerja di Amerika Serikat

Terbaru  9 September 2011 - 14:58 WIB
Presiden Barack Obama

Presiden Barack Obama menyampaikan pidato di desi gabungan Kongres.

Presiden Barack Obama mendesak anggota Kongres Amerika Serikat untuk mendukung ambisinya dalam menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan memotong pajak.

Dalam pernyataan yang tidak biasa dilakukan di sesi gabungan Kongres, dia mengatakan keinginannya agar pengangguran kembali mendapat pekerjaan, menaruh lebih banyak uang ke kantung para pengusaha, dan membangun kembali prasarana.

Dia meminta agar anggota Kongres dengan cepat meloloskan usulannya senilai US$450 miliar.

"Saya mengirim ke Kongres sebuah rencana yang sebaiknya langsung Anda loloskan. Namanya Undang-undang Lapangan Kerja Amerika," kata Presiden Obama dalam pidatonya Kamis malam.

Lewat pidatonya di Kongres, Obama juga mengatakan tidak ada yang kontroversial dari undang-undang yang dia usulkan itu.

"Semua yang ada di sini adalah proposal yang didukung oleh anggota Republik dan Demokrat, termasuk banyak diantaranya yang duduk di sini malam ini. Dan semua dalam rancangan ini akan ada hasilnya. Semuanya."

"Itu akan menciptakan lapangan kerja bagi pekerja konstruksi, lebih banyak pekerjaan bagi guru, lebih banyak pekerjaan bagi veteran dan lebih banyak pekerjaan bagi para pengangguran jangka panjang," tambahnya.

Selain itu akan ada potongan pajak bagi perusahaan yang akan merekrut pekerja baru serta pengurangan pajak sampai setengah dari setiap warga Amerika dan usaha kecil.

Panggung politik

"Semua yang ada di sini adalah proposal yang didukung oleh anggota Republik dan Demokrat, termasuk banyak diantaranya yang duduk di sini malam ini. Dan semua dalam rancangan ini akan ada hasilnya."

Presiden Barack Obama

Dengan proposal itu, tambah Obama, Amerika Serikat akan bisa membangun lebih lanjut 'sistem transportasi kelas dunia' dan 'memperbaiki serta memodernisasi sedikitnya 35.000 sekolah'.

Tingkat pengangguran di Amerika Serikat -yang saat ini mencapai 9,1%- diperkirakan akan menjadi isu yang mendomintasi kampanye pemilihan presiden 2012.

Dan beberapa anggota Partai Republik yang menentang mengatakan usulan itu lebih merupakan rencana Obama agar terpilih kembali.

Anggota Kongres dari Georgia, Paul Broun, malah memutuskan untuk tidak hadir mendengar pidato Obama.

"Ini jelas merupakan panggung politik dan perang antar kelas," tulisnya di Twitter.

Ada juga yang mengatakan pidato presiden itu lemah dalam rinciannya.

Wartawan BBC di Washingon, Marcus George, melaporkan kini Presiden Obama harus bersiap-siap untuk perundingan yang alot atas RUU tersebut.

Jika Partai Republik menolak usulan Obama maka Gedung Putih akan menggambarkan mereka sebagai penghalang ekonomi.

Beberapa waktu lalu, Partai Republik dan Demokrat berdebat sengit sehubungan dengan tingkat hutang Amerika Serikat, yang membuat tingkat kredit pemerintah Amerika Serikat, diturunkan.

Setelah itu jajak pendapat memperlihatkan popularitas Presiden Obama memburuk walau popularitas Kongres lebih rendah lagi.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.