Pertemuan internasional tentang krisis Libia di Paris

Terbaru  1 September 2011 - 15:32 WIB
Bendera Libia yang baru

Pemerintah Rusia sudah mengakui NTC sebagai pemerintah Libia.

Pertemuan puncak internasional tentang krisis Libia dengan tuan rumah Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy, dan Perdana Menteri Inggris, David Cameron, akan digelar di Paris hari ini, Kamis 1 September.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton, akan hadir bersama rekannya dari Cina serta Rusia -yang sudah mengakui Dewan Transisi Nasional, NTC, sebagai pemerintah Libia yang sah.

Sekitar 60 negara akan mengirimkan wakinya ke pertemuan yang disebut dengan forum 'Teman Libia' dan juga akan dihadiri Sekjen PBB, Ban Ki-moon.

Dalam pertemuan ini, NTC akan meminta bantuan untuk pembangunan kembali keamanan di negeri itu dan juga persiapan menuju demokrasi.

Adapun kebutuhan yang paling mendesak di Libia adalah pemulihan kembali sejumlah layanan dasar, seperti listrik, air, dan bahan bakar di beberapa kota besar serta pasokan pangan maupun gaji para pekerja.

Amerika Serikat sudah mengatakan bahwa kredibilitas NTC tergantung dari kemampuan dalam menangani masalah-masalah mendesak tersebut.

Pertemuan ini berlangsung bersamaan dengan 42 tahun kepemimpinan Kolonel Muammar Gaddafi sejak dia memimpin kudeta yang menjatuhkan Raja Idris.

Transisi ke demokrasi

"Negara kami sudah menjalin dan meneruskan hubungan diplomatik dengan Libia sejak 4 September 1955 tanpa pernah terputus, terlepas dari pemerintah yang berkuasa di Tripoli."

Kemenlu Rusia

NTC masih menghadapi ancaman keamanan karena Kolonel Muammar Gaddafi belum tertangkap sementara putranya, Saif al-Islam, kembali menyatakan tekad untuk melawan sampai mati.

Wartawan BBC di Benghazi, Jon Leyne, mengatakan walau pertemuan Paris berlangsung singkat namun bisa menjadi forum dari para negara-negara yang mendukung NTC untuk memperlihatkan bahwa NTC mendapat tempat di panggung internasional.

Bagaimanapun pertemuan Paris diharapkan bisa membuka rencana dalam transisi menuju demokrasi, upaya rekonstruksi, maupun isu-isu lain seperti pelatihan polisi Libia.

NTC juga diperkirakan akan meningkatkan tekanan untuk mencairkan lebih banyak aset Libia yang selama ini dibekukan dan menegaskan bahwa dukungan NATO masih diperlukan dalam memberantas kantung-kantung yang masih dikuasai pendukung setia Kolonel Muammar Gaddafi.

Hari Rabu (30/08) uang tunai senilai £140 juta diterbangkan dari Inggris dengan menggunakan pesawat Angkatan Udara Inggris untuk diserahkan kepada Bank Sentral Libia. Pengiriman itu merupakan gelombang pertama dari total uang tunai sebanyak £950 juta, yang selama ini dibekukan pemerintah Inggris.

Dan hari Kamis ini, Prancis mengumumkan sudah mendapat persetujuan untuk mencairkan dana pemerintah Libia sebesar 1,5 miliar Euro kepada NTC.

Dukungan politis

Saif al-Islam

Saif al-Islam masih terus mengobarkan semangat pendukung Gaddafi.

NTC juga mendapat dorongan dalam dunia diplomasi internasional dengan munculnya pengkuan dari pemerintah Rusia.

"Negara kami sudah menjalin dan meneruskan hubungan diplomatik dengan Libia sejak 4 September 1955 tanpa pernah terputus, terlepas dari pemerintah yang berkuasa di Tripoli," seperti tertulis dalam pernyataan Kementrian Luar Negeri Rusia.

Sementara Cina -yang selama ini mengkritik kadar serangan udara pimpinan NATO di Libia dan memiliki investasi besar di Libia- mengatakan akan mengirimkan wakil perdana menteri ke pertemuan Paris.

Aljazair -yang mendapat kritik dari NTC karena menampung istri dan ketiga anak Muammar Gaddafi- mengatakan siap untuk mengakui NTC jika pemerintahan sudah terbentuk dan mengaku tidak pernah mempertimbangkan untuk menerima Kolonel Gaddafi.

NTC sudah memberikan ultimatum kepada para pendukung setia Gaddafi untuk menyerah hingga Sabtu 3 September atau menghadapi aksi militer.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.