bbc.co.uk navigation

Mubarak kembali jalani sidang

Terbaru  15 Agustus 2011 - 08:34 WIB
Mubarak

Mubarak berharap keterangan pihak militer bisa membebaskannya dari dakwaan pembunuhan.

Mantan Presiden Mesir, Husni Mubarak, akan dihadirkan kembali dalam persidangan yang berlangsung pada hari Senin (15/8).

Agenda sidang hari ini fokus pada perdebatan hukum yang didakwakan kepada Mubarak.

Dalam persidangan sebelumnya Mubarak dihadirkan dalam ruang berterali besi dimana dirinya tetap berbaring di ranjang milik rumah sakit karena kondisi kesehatannya yang buruk.

Mubarak didakwa korupsi dan bertanggung jawab atas perintah pembunuhan terhadap ratusan pengunjuk rasa yang melakukan aksi menentang kekuasaannya awal tahun ini.

Pengadilan kemungkinan juga akan memutuskan perlu tidaknya menghadirkan Komandan Tertinggi Pasukan Keamanan Mesir, Mohamed Hussein Tantawi sebagai saksi dalam peridangan kasus ini.

Permintaan tersebut sebelumnya diajukan oleh pengacara Mubarak yang mengatakan bahwa keterangan Tantawi akan membantu menunjukan peran Mubarak dalam mengatasi aksi unjuk rasa yang menewaskan sekitar 850 orang.

Saksi militer

Penjelasan soal peran ini, katanya lagi akan menentukan nasib Mubarak yang sekarang berusia 83 tahun.

"Keterangan Tantawi akan membantu pengadilan untuk menentukan apakah Mubarak memberi perintah kepada Menteri Dalam Negeri, Habib al-Adli untuk menembaki pengunjuk rasa atau justru Adli bertindak sendiri untuk memutuskan hal itu," kata seorang anggota tim pengacara Mubarak yang tak ingin disebut namanya.

Mohamed Hussein Tantawi sendiri merupakan kepala dewan militer yang mengambil alih kekuasaan pemerintahan Mesir setelah Mubarak jatuh dari kekuasaanya pada 11 Februari lalu.

"Keterangan Tantawi akan membantu pengadilan untuk menentukan apakah Mubarak memberi perintah ..."

Pengacara Mubarak

Tantawi juga pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan selama dua periode saat Mubarak masih memegang tampuk kekuasaan.

Selain minta kehadiran Tantawi, tim pengacara juga akan meminta kesaksian Kepala Intelijen Omar Suleiman.

Keluarga korban juga berharap pengadilan bisa menghadirkan Tantawi sebagai saksi dalam persidangan Mubarak.

Sebelumnya tim pengacara dari 850 keluarga yang korban tewas menuntut agar diberikan akses yang luas untuk mendapatkan data rekaman komunikasi Mubarak saat peristiwa itu terjadi.

Mereka ingin mengetahui secara persis apa perintah Mubarak kepada pejabat dibawahnya untuk menghentikan aksi unjuk rasa tersebut.

Militer Mesir sejauh ini mengatakan akan mematuhi perintah pengadilan jika memang anggotanya diminta untuk hadir sebagai saksi dalam kasus Mubarak.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2012 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.