Topan Mufia semakin dekati daratan Cina

Terbaru  8 Agustus 2011 - 14:34 WIB

Seorang laki-laki di kota Shandong, Cina mempertahankan payungnya dari angin kencang.

Angin kencang dan hujan deras melanda bagian timur Cina di saat angin topan terkuat selama satu dekade terakhir semkain mendekati daratan.

Level angin topan Muifa sudah diturunkan menjadi badai tropis namun masih tetap dikhawatirkan mengakibatkan kerusakan hebat.

Angin topan Mufia diperkirakan akan menghantam daratan di antara Zhuanghe di Provinsi Liaoning dan Korea Utara bagian barat, Senin (8/8) malam.

Untuk mengantisipasi datangnya Muifa, kota Qingdao di Provinsi Shandong sudah menutup pantai-pantai rekreasinya saat Muifa melintas.

Angin ini juga menumbangkan pepohonan dan tiang-tiang listrik di Korea Selatan yang mengakibatkan aliran listrik ke ribuan rumah terputus.

Selain itu, sejumlah jadwal penerbangan domestik dari Seoul ke Pulau Jeju ditunda.

Shanghai selamat

Lebih ke selatan lagi, ibukota keuangan Cina, Shanghai terhindar dari hantaman langsung Muifa.

Meski demikian angin kencang sempat memutuskan aliran listrik dan menerbangkan papan-papan reklame di jalan-jalan utama kota itu.

Dilaporkan terjadi pemutusan listrik di dua kawasan permukiman di Shanghai.

Selain itu, seorang laki-laki dilaporkan hilang ketika sedang berselancar di distrik Jinshan ketika angin kencang melanda.

Sementara itu, Stasiun Meteorologi Pusat Cina sebelumnya mengatakan Muifa menghasilkan hembusan angin laut dengan kecepatan 102 km/jam.

Kantor berita Cina, Xin Hua melaporkan Mufia sudah menghancurkan 170 rumah dan mengakibatkan kerugian hingga US$290 juta atau sekitar Rp2,4 triliun.

Warga dievakuasi

Shanghai selamat dari hantaman langsung Mufia namun tetap mengakibatkan sejumlah kerusakan.

Sementara itu, Stasiun Meteorologi Pusat Cina sebelumnya mengatakan Muifa menghasilkan hembusan angin laut dengan kecepatan 102 km/jam.

Kantor berita Cina, Xin Hua melaporkan Muifa sudah menghancurkan 170 rumah dan mengakibatkan kerugian hingga US$290 juta atau sekitar Rp2,4 triliun.

Sejauh ini, lebih dari 300.000 orang dievakuasi dan ribuan kapal diminta kembali ke pantai. Layanan bus dan kereta api juga terganggu.

Pemerintah Cina juga membatalkan lebih dari 200 jadwal penerbangan dan menutup dua jembatan yang menghubungkan daratan utama dengan pulau-pulau lepas pantai.

Sebelumnya, Muifa telah mengakibatkan empat orang meninggal dunia di Filipina dan 27 orang terluka di Pulau Okinawa, Jepang.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.