Iklan Ramadhan TV Malaysia dicabut

Terbaru  3 Agustus 2011 - 17:28 WIB
Pernyataan maaf 8TV

Pernyataan maaf 8TV Malaysia menyangkut iklan Ramadhan melalui Facebook

Stasiun 8TV Malaysia telah mencabut tiga iklan untuk menandai bulan puasa setelah mendapat banyak protes karena dianggap menghina dan rasis.

Iklan berdurasi 30 detik itu menampilkan seorang perempuan keturunan Cina dengan baju ketat di sebuah pasar sambil menunjuk-nunjuk makanan di depan sejumlah orang yang berpuasa.

Tayangan televisi itu diikuti dengan pesan agar pemirsa menghormati bulan Ramadan.

Stasiun 8TV, melalui jejaring sosial Facebook, sudah meminta maaf dan mengakui kesalahan karena penyelipan sedikit humor itu bisa ditanggapi secara berbeda.

Pihak stasiun televisi itu menyatakan "dengan rendah hati meminta maaf, bila ada pihak yang tidak berkenan atas iklan tersebut."

"Pesan itu tidak bermaksud untuk menyinggung siapapun," tambah pernyataan itu.

Masyarakat sensitif

"8TV, apakah tujuan anda untuk memberitahu bahwa kami, warga Cina tidak menghormati bulan Ramadhan"

Yee Shan Shan

Sejumlah pihak yang memprotes, termasuk pemeluk Islam, mengkritik iklan yang dianggap menyudutkan minoritas Cina itu.

"8TV, apakah tujuan anda untuk memberitahu bahwa kami, warga Cina tidak menghormati bulan Ramadhan atau rekan-rekan Malaysia kami?" tanya Yee Shan Shan melalui Facebook 8TV.

Pengamat sosial dari Universitas Kebangsaan Malaysia, Abdul Ghapa Harun, mengatakan kejadian ini menunjukkan masyarakat Malaysia sudah semakin sensitif atas insiden yang menyangkut ras dan juga agama.

"Kelihatan sekarang, wujud kebimbangan masyarakat terhadap kerapuhan dari segi hubungan antar etnik disebabkan olah pihak-pihak yang lebih cenderung untuk menggunakan isu-isu yang bersifat perkauman sebagai dasar untuk mengukuhkan kedudukan politik masing-masing. Akibatnya sensitifitas masyarakat semakin meningkat," kata Abdul Ghapa Harun kepada BBC Indonesia."

Bulan September lalu, televisi swasta lain TV3 juga terpaksa mencabut iklan menyangkut warga Muslim setelah muncul keluhan iklan itu dipengaruhi unsur Kristiani.

Pemerintah Malaysia dalam beberapa tahun terakhir berusaha keras untuk meningkatkan hubungan antar etknik setelah serangkaian kejadian menyangkut hak agama dan ras.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.