BBC navigation

Siapa menang, siapa kalah dalam paket batas utang AS

Terbaru  2 Agustus 2011 - 23:40 WIB
Senat Amerika Serikat

Pemungutan suara di Senat mengakhiri pergulatan politik Demokrat dan Kongres.

Senat Amerika Serikat saat ini akan menyepakati rancangan undang-undang batas utang pemerintah dan mengurangi anggaran belanja sebesar US$2 trilliun.

Dalam jangka pendek, hasil pemungutan suara ini berarti pagu utang akan dicabut dan langkah ini mencegah kemungkinan kebangkrutan pemerintah, yang pada ujungnya dapat mempengaruhi perekonomian global.

Sebelum pemungutan suara di Senat, DPR Amerika, Senin (01/08), menyepakati RUU ini setelah kompromi antara Partai Republik dan Demokrat.

Dan pemungutan suara ini mengakhiri pergulatan politik di kongres antara kedua partai.

Kesepakatan tersebut merupakan peristiwa yang sangat penting dalam politik Amerika Serikat. Lalu siapa yang menang dan siapa yang kalah?

Kedua belah pihak menyatakan menang namun tidak ada yang benar-benar puas atas apa yang telah dicapai.

Pemimpin partai Republik di Dewan Perwakilan Rakyat, John Boehner, menentang perpanjangan plafon utang dan menggunakannya untuk menekan pengurangan anggaran.

Boehner berhasil mendapat dukungan untuk mengurangi anggaran belanja dalam 10 tahun ke depan. Namun ia menghadapi penentangan dari partainya sendiri.

Pimpinan Repubpik DPR John Boehner

DPR akhirnya mencapai kesepakatan dengan Presiden Obama, Senin 1 Agustus.

Faksi konservatif Tea-Party menginginkan pengurangan lebih besar dan menyatakan perpanjangan plafon utang tidak perlu.

Presiden Obama sementara itu dapat meyakinkan kenaikan pagu utang yang dapat memastikan operasi pemerintah setelah pemilihan presiden 2012, tanpa harus melakukan pengurangan dari sektor lain termasuk program kesehatan.

Pengangguran tinggi

Tetapi Obama dikritik pendukungnya sendiri karena terlalu banyak memberikan konsesi kepada pihak Republik.

Para pakar mengatakan kedua partai utama ini dapat menghadapi bumerang dari para pemilih karena mempolitisir perekonomian Amerika.

Menyusul kesepakatan di DPR, Presiden Obama sendiri melakukan pertemuan Selasa (02/08) dengan serikat pekerja yang kecewa karena lambatnya pembukaan lapangan kerja.

Pemilihan presiden tinggal 15 bulan lagi, dan kemampuan perekonomian Amerika untuk menyerap tenaga kerja akan langsung dirasakan oleh rakyat ketimbang perdebatan soal plafon utang.

Pemerintahan Obama mengalami kesulitan untuk menangani pengangguran dan data yang keluar bulan lalu menunjukkan belum ada perubahan dalam beberapa bulan terakhir.

Data terakhir menunjukkan 14,1 juta warga Amerika masih menganggur setelah resesi tahun 2008-2009.

Angka ini merupakan berita buruk bagi Gedung Putih karena penantang dari partai Republik akan mengangkat rekor perekonomian Obama menjelang pemilu tahun depan.

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.