BBC navigation

Niger ungkap pelaku upaya kudeta

Terbaru  3 Agustus 2011 - 08:59 WIB
issoufou

Presiden Niger Mahamadou Issoufou dimusuhi rezim lama karena kebijakan antikorupsinya.

Presiden Niger Mahamadou Issoufou mengatakan pihak keamanan negaranya telah menahan 10 orang yang diduga terlibat dalam upaya percobaan kudeta pada Juli lalu.

Namun dia mengatakan penyelidikan pihak keamanan masih belum selesai karena mereka masih mencari tokoh kunci dalam percobaan kudeta itu.

Ini merupakan kali pertama Presiden Issoufou menjelaskan kepada publik soal upaya percobaan kudeta yang gagal itu.

Issoufou merupakan presiden Niger yang terpilih secara demokratis pada Maret lalu dan mengakhiri kekuasaan militer yang bercokol di negeri itu sejak Februari tahun lalu.

Bulan lalu seorang pejabat Niger mengatakan kepada BBC sejumlah anggota militer tengah berupaya untuk melakukan upaya pembunuhan terhadap Presiden Issoufou.

Kudeta di Niger memang kerap terjadi untuk menggulingkan pemerintah yang berkuasa di sana.

Setidaknya sudah ada empat kali kudeta terhadap pemerintah berkuasa di Niger sejak negara itu merdeka dari Prancis tahun 1960.

Kebijakan antikorupsi

Wartawan BBC, Idy Baraou dari Niamey, ibukota Niger mengatakan pernyataan Presiden Issoufou itu disampaikan saat perayaan kemerdekaan ke-51 negara tersebut.

"Peristiwa ini datang saat pemerintah memutuskan untuk bersikap tegas terhadap penyalahgunaan dana masyarakat lewat pembayaran ke rekening palsu," kata Presiden Issoufou seperti dikutip oleh AFP.

Dalam laporannya Baraou juga menyebutkan bahwa ada beberapa pejabat di era pemerintahan militer yang tidak suka dengan upaya Issoufou yang berupaya menghentikan praktek korupsi dan berujung pada pemberhentian sejumlah pejabat pemerintah.

Issoufou merupakan presiden dari kelompok oposisi dan seorang mantan insinyur pertambangan ini mendapat dukungan dari hampir 58% pemilih.

Dia dihadapkan pada sejumlah masalah seperti peningkatan pendapatan dan membawa negara itu keluar dari kelompok negara termiskin di dunia dengan pendapatan perkapita sebesar U$340 atau sekitar 3,1 juta rupiah.

Selain itu dia juga dihadapkan dengan persoalan sengketa keamanan di perbatasan dan pemberontakan sejumlah suku yang menginginkan otonomi khusus.

Masalah kemanan lainnya adalah adanya gerakan kelompok sempalan Al Qaeda yang kerap melakukan penculikan warga asing di negara tersebut.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.