AS coba menghadang, Cina maju terus

Terbaru  22 Juli 2011 - 22:20 WIB
Hillary Clinton dan Yang Jiechi

Menlu AS Hillary Clinton memuji Menlu Cina Yang Jiechi

Amerika Serikat memuji ASEAN dan Cina yang setuju untuk menyelesaikan klaim wilayah di Luat Cina Selatan dengan cara damai.

Kesepakatan ini dicapai dalam Forum Regional ASEAN (ARF) ke-18 di Bali, mulai 16-23 Juli 2011, di tengan ketegangan antara Beijing dan sejumlah negara Asia Tenggara.

Tetapi, mengingat perubahan perimbangan kekuatan di Asia-Pasifik akhir-akhir ini, apakah Amerika Serikat masih bisa berperan meredam Cina?

Kalangan pemerhati masalah internasional berpendapat Cina boleh dikatakan sedang mencoba memekarkan ototnya di kawasan Asia-Pasifik, khususnya di Laut Cina Selatan.

Pakar pertahanan regional dari Universitas Nasional Singapura (NUS), Prof Bilveer Singh, berpendapat AS tidak akan bisa berbuat banyak untuk merintangi Cina meskipun Beijing sendiri akan tetap membuat perhitungan untuk tidak melangkah terlalu jauh.

"Belakangan ini bisa terlihat permainan kekerasan oleh Cina. Dari segi kekuatan, tidak ada satu negara pun di kawasan ini yang bisa menahan kekuatan Cina," ujar Bilveer.

Dia mengatakan, AS berusaha mengerahkan kekuatan diplomasi dan militernya untuk "menertibkan" Cina yang akhir-akhir ini terlibat sengketa (klaim wilayah) dengan Vietnam, Malaysia, Brunei dan Taiwan di Kepulauan Spratly.

Runduk di Bali

"Belakangan ini bisa terlihat permainan kekerasan oleh Cina. Dari segi kekuatan, tidak ada satu negara pun di kawasan ini yang bisa menahan kekuatan Cina."

Prof Bilveer Singh

Bilveer Singh, yang juga akrab mengamati TNI dan Timor Leste, mengatakan AS akan melakukan segala daya-upaya untuk menekuk perluasan pengaruh Cina di Asia.

"Ada dua hal yang sedang dilakukan. Pertama, AS menggunakan kekuatan diplomasi dan militer untuk mengimbangi Cina dan membendung laju ekspansi pengaruh Beijing. Yang kedua, AS berusaha memberikan dukungan diplomatik dan politik kepada ASEAN supaya mereka bisa membuat yang akan mengamankan situasi," kata guru besar yang terdengar cukup lancar menggunakan bahasa Indonesia itu.

Ketika ditanyakan apakah ARF mampu melunakkan Cina agar tidak terlalu menggebu-gebu, Bilveer tidak yakin itu akan terjadi.

"Kalau di Bali ini mungkin mereka akan merunduk sedikit. Tetapi kita secara esensial, Cina akan terus memainkan kartu kekerasan mereka.

"Ada beberapa faktor yang menyebabkannya. Pertama, tahun depan akan berlangsung peralihan kekuasaan dan kelompok yang paling kuat sekarang di Cina adalah militer. Kedua, kelompok politisi yang kuat adalah garis keras. Yang ketiga, Cina membutuhkan sumber energi yang sangat besar; dan yang keempat Cina merasa saat ini mereka sangat kuat sejak 350 tahun ini."

Menlu Hillary Clinton dan Menlu Yang Jiechi

Hillary Clinton dan Menlu Yang Jiechi di meja perundingan Forum Regional ASEAN

Cina menjadi kuat karena saingannya di kawasan, yaitu AS, Jepang dan Korea Selatan serta Asia Tenggara sedang lemah.

Cina yang menentukan

Lebih lanjut pakar internasional, Bilveer Singh, juga mengatakan bahwa ke depan ini Cina akan menjadi kekuatan yang menentukan aturan main. Dia tidak yakin kesepakatan yang dicapai di Bali untuk menyelesaikan pertikaian wilayah di Laut Cina Selatan akan dipatuhi oleh Beijing.

Menjawab pertanyaan apakah Cina akan menghormati kesepakatan Bali, Bilver mengatakan, "Saya tidak yakin. Tahun 1992 mereka setuju. Tahun 2000 mereka membuat kesepakatan tentang code of conduct (aturan main), namun Cina masih saja memainkan kartu kekerasan."

Untuk melunakkan anggapan masyarakat internasional yang menyebut Cina negara agresif, Beijing melakukan diplomasi gencar, ujar Bilveer.

"Inilah cara mereka untuk menunjukkan bahwa Cina adalah negara yang peduli dan bertanggung jawab."

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.