PBB: Tarik pasukan Thailand dan Kamboja

Terbaru  18 Juli 2011 - 17:38 WIB
Kuil yang disengketakan

PBB telah menentukan zona demiliterisasi di sekitar kuil Preah Vihear

Pengadilan tertinggi PBB memerintahkan kepada Thailand dan Kamboja untuk menarik pasukan mereka dari kawasan perbatasan yang diperebutkan kedua negara di dekat kompleks candi kuno.

Mahkamah Internasional (ICJ) memutuskan bahwa kedua pihak harus segera menarik semua personel militer yang ditempatkan di zona demiliterisasi sementara.

"Kedua pihak harus segera menarik semua personel militer yang saat ini berada di zona demiliterisasi sementara dan menahan diri agar tidak menempatkan militer di zona itu," demikian bunyi putusan pengadilan yang dibacakan oleh hakim ketua Hisashi Owada di Den Hague, Senin (18/7).

Mahkamah PBB juga menyebutkan tim peninjau PBB akan diterjunkan ke lapangan untuk mengawasi gencatan senjata.

Menerima

Kamboja meminta Mahkamah Internasional untuk mengeluarkan putusan setelah pecah pertempuran di sekitar candi Preah Vihear awal tahun ini. Kuil tersebut milik Kamboja tetapi sebagian besar wilayah di sekililingnya milik Thailand.

Kamboja mengajukan kasus ini dengan meminta klarifikasi putusan Mahkamah Internasional pada tahun 1962 yang memutuskan bahwa candi tersebut menjadi milik Kamboja tetapi membiarkan berbagai masalah lainnya samar-samar.

Thailand menghendaki kasus tersebut dibatalkan, tetapi telah menyatakan akan menghormati putusan pengadilan.

"Kami puas dalam arti bahwa perintah penarikan pasukan berlaku bagi Kamboja dan Thailand," kata Menteri Luar Negeri Thailand, Kasit Piromya.

ASEAN

Putusan Mahkamah Internasional ini merupakan bagian dari kasus yang berlarut-larut dan pengadilan tertinggi PBB berusaha menjernihkan putusan-putusan sebelumnya.

Ketegangan antara Kamboja dan Thailand mulai meningkat sejak UNESCO menetapkan candi Preah Vihear sebagai Warisan Dunia pada 2008.

Preah Vihear

Kuil kuno Preah Vihear telah ditetapkan sebagai Warisan Dunia oleh PBB

Bentrokan antara pasukan kedua negara di sekitar candi terjadi pada Februari tahun ini dan menewaskan 10 orang. Pada bulan April, 18 orang lagi tewas dalam pertempuran di perbatasan, di sekitar gugusan candi lain di wilayah barat.

Mahkamah Internasional meminta Kamboja dan Thailand untuk terus bekerja bersama Himpunan Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) untuk mencapai kesepakatan guna memungkinkan pemantau ASEAN memiliki akses ke zona demiliterisasi di sekitar candi.

Mahkamah juga memerintahkan kepada Thailand untuk tidak menghalang-halangi akses bebas Kamboja ke kompleks candi Preah Vihear atau menghalang-halangi Kamboja membawa pasokan makanan kepada personel nonmiliter di sana.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.