Bantuan darurat kekeringan mulai masuk Somalia

Terbaru  17 Juli 2011 - 11:11 WIB
Anak kelaparan di Somalia

Diperkirakan kekeringan parah di Afrika akan mempengaruhi kehidupan 10 juta warganya

Untuk pertamakalinya PBB kembali membuka kran bantuan kemanusiaan ke wilayah Afrika yang dilanda kekeringan di Somalia, yang dikuasai oleh milisi yang terkait dengan jaringan al-Qaeda.

Sebelumnya PBB menutup layanan pemberian bantuan kemanusiaan ke wilayah ini karena tidak adanya jaminan keamanan dari milisi al-Shahab yang mengontrol wilayah itu.

Namun saat ini menurut Rozanne Chorlton dari UNICEF, organisasi PBB untuk anak-anak, al-Shabab memberikan akses pada pekerja PBB dan dia berharap langkah ini akan segera mendorong lembaga lainnya untuk mengikuti jejak menyalurkan bantuan ke negara itu.

Bantuan UNICEF masuk setelah pemerintah Inggris menjanjikan bantuan amal senilai £52,25 juta sekitar Rp700 miliar lebih dalam bentuk sumbangan darurat kekeringan.

Menteri bantuan luar negeri Inggris, Andrew Mitchell, melakukan kunjungan ke kam Dadaab di timur laut Kenya untuk melihat berapa besar skala krisis akibat bencana ini, yang merupakan krisis kekeringan terburuk di tanduk Afrika dalam 60 tahun terakhir dan diduga mempengaruhi hidup 10 juta penduduk.

Mendekati kelaparan

UNICEF mengangkut bantuan makanan dan obat untuk anak-anak kurang gizi lewat udara sampai ke kota Baidoa, lebih dari 200km barat laut ibukota Somalia, Mogadishu.

Chorlton, wakil UNICEF di Somalia, mengatakan kepada BBC bahwa milisi al-Shabab telah memberi jaminan bahwa lembaga PBB itu bisa beroperasi tanpa gangguan.

Al-Shabab, sebelumnya melarang organisasi pemberi bantuan asing memasuki wilayah kekuasaannya dua tahun lalu dengan alasan mereka anti-Muslim. Larangan itu dicabut 10 hari lalu dengan syarat organisasi kemanusiaan "tak punya agenda tersembunyi".

Pengungsi di Somalia

Satu kam pengungsi saja diperkiakan akan dipadati setengah juta jiwa

UNICEF mengatakan lembaga PBB itu tak memberi imbalan uang kepada al-Shabab, dan kesuksesan pemberian bantuan ini akan dapat menjadi contoh untuk melakukan hal serupa sesudahnya.

UNICEF memperingatkan situasi di Somalia kini mendekati kelaparan.

Bencana

Ribuan orang meningalkan wilayah kekuasan milisi al-Shabab untuk mencari air dan makanan, sebagian mengungsi ke Mogadishu, dimana organisasi pemberi bantuan masih beroperasi di wilayah yang dikuasai oleh pasukan pemerintah yang lemah, ribuan warga lainnya mengungsi ke Ethiopia dan Kenya.

Setiap hari sekitar 1,400 orang pengungsi Somalia sampai di kam Dadaab di Kenya yang saat ini pun sudah terlalu padat, dengan berjalan kaki hingga 20 hari untuk sampai ke tempat tujuan.

"Lebih dari 3.000 orang melintasi perbatasan Ethiopia dan Kenya tiap hari, banyak yang membawa anak kelaparan"

Andrew Mitchell

Menurut taksiran Menteri urusan bantuan luar negeri Inggris, Andrew Mitchell, terdapat sekitar 400.000 orang pengungsi di kam itu.

Adapun taksiran lembaga amal, jumlah ini akan membengkak menjadi setengah juta jiwa.

"Lebih dari 3.000 orang melintasi perbatasan Ethiopia dan Kenya tiap hari, banyak yang membawa anak kelaparan," kata Menteri Mitchell.

Sebagian dari paket bantuan dana £52,25 juta dari pemerintah Inggris ini, menurut Departemen Pembangunan Internasional Inggris (Dfid) akan dipakai untuk:

  • membantu 500.000 warga di Somalia, termasuk memberi makan 70.000 anak kurang gizi akut
  • membantu lebih dari 130.000 pengungsi di kam Dadaab dan menyediakan layanan air bersih dan kesehatan

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.