AS prihatin soal pembubaran demo di Malaysia

Terbaru  14 Juli 2011 - 17:03 WIB

Polisi Malaysia bubarkan massa oposisi

Polisi Malaysia membubarkan paksa protes massa oposisi yang menuntut sistem pemilihan yang lebih adil.

Lihatmp4

Untuk melihat materi ini, JavaScript harus dinyalakan dan Flash terbaru harus dipasang.

Putar dengan media player alternatif

Amerika Serikat menyatakan prihatin atas pemberangusan demonstrasi yang menyerukan reformasi pemilihan di ibukota Malaysia, Kuala Lumpur, pada hari Sabtu.

Pejabat Departemen Luar Negeri AS, Mark Tone mengatakan warga harus dibiarkan ''menyatakan secara bebas aspirasi demokratis mereka''.

Polisi Malaysia menyekat pusat kota Kuala Lumpur hari Sabtu (09/07) dan menembakkan gas air mata dan meriam air terhadap massa demonstran yang menuntut sistem pemilihan yang adil.

Dalam wawancara rutin, Toner mengatakan dia merasa prihatin atas kejadian yang berlangsung akhir pekan lalu.

''Saya tekankan bahwa [aksi] itu pasti demonstrasi damai. Jadi, kami punya keprihatinan; kami terus memantau situasi secara seksama,'' kata Toner.

Sekitar 1.650 orang ditahan berkaitan dengan demonstrasi yang digerakkan oleh kelompok aktivis yang menamakan diri Bersih 2.0 tersebut, tetapi polisi mengatakan sebagian besar orang yang telah dibebaskan tidak lama setelah ditahan.

Sebelum pejabat Amerika Serikat mengeluarkan reaksi atas pembubaran massa demonstran di Kuala Lumpur, PBB dan beberapa lembaga hak asasi manusia menyatakan sangat khawatir atas perlakukan terhadap demonstran.

''Pemerintah Malaysia harus mengadakan investigasi segera yang imparsial dan transparan atas penggunaan kekerasan yang berlebihan dan penahanan tanpa izin oleh aparat keamanan,'' kata Human Rights Watch, organisasi HAM yang berbasis di AS.

Para pejabat Malaysia membela tindakan yang diambil petugas keamanan, dan menyatakan unjuk rasa tersebut ilegal dan aparat menggunakan kekuatan secara proporsional.

'Sarat kecurangan'

Di samping ratusan orang yang ditahan, sejumlah orang terluka dalam demonstrasi di Kuala Lumpur hari Sabtu. Tokoh oposisi Malaysia Anwar Ibrahim adalah salah seorang yang terluka dalam unjuk rasa dalam protes tersebut.

Dia dilarikan ke rumah sakit setelah terjatuh di trotoar dalam insiden penembakan gas air mata.

Para aktivis koalisi Bersih 2.0 menuding sistem pemilihan yang berlaku di Malaysia dewasa ini sarat dengan kecurangan.

Mereka menghendaki masa kampanye politik lebih panjang, pendaftar pemilih berjalan otomatis dan persamaan akses ke media yang kebanyakan memiliki kaitan dengan pemerintah.

Meski dihadang aparat keamanan, ribuan warga Malaysia tetap turun ke jalan hari Sabtu, untuk memenuhi seruan unjuk rasa yang dikeluarkan oleh koalisi Bersih 2.0.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.