BBC navigation

AS deportasi mantan tentara Guatemala

Terbaru  13 Juli 2011 - 09:06 WIB
pimentel_rios_guatemala

Pimentel Rios dari Guatemala mengajukan kembali permohonan suaka.

Amerika Serikat mendeportasi seorang mantan tentara Guatemala yang dituduh terlibat dalam pembunuhan sedikitnya 162 orang pada 1982.

Pedro Pimentel Rios, berusia 54 tahun, merupakan anggota dari elit kelompok sayap kanan militer yang dikenal sebagai Kaibiles.

Kelompok itu dituduh melakukan pembunuhan terhadap masyarakat sipil di Desa Dos Erres selama perang sipil di Guatemala.

Dia ditahan sejak tahun lalu, setelah tinggal di Kalifornia selama dua dekade.

Dia melarikan diri dari Guatemala pada akhir masa perang sipil yang berlangsung selama 36 tahun.

Perang sipil di Guatemala melibatkan sayap kanan militer pemerintah dengan sayap kiri pemberontak.

Sedikitnya 200.000 orang tewas dalam konflik yang berakhir pada 1996.

Kelompok Kaibiles mendapatkan banyak tuduhan melakukan pelanggaran HAM. Jaksa Agung Guatemala Edgar Perez mengatakan puluhan saksi akan memberikan keterangan mereka dalam kasus yang melibatkan Dos Erres.

Penyelidikan terhadap kasus pembunuhan itu telah dilakukan sejak 1994.

Lima belas tahun kemudian, pengadilan HAM memerintahkan Guatemala untuk mengeksekusi mereka yang bertanggung jawab dalam pembunuhan massal itu.

Seorang mantan tentara, Gilberto Jordan, ditahan sejak 2010 di Florida dan mendapatkan hukuman 10 tahun penjara.

Dia dinyatakan bersalah melempar seorang bayi dalam penyerangan di sebuah desa.

Sementara, Pimentel Rios mengajukan banding untuk permohonan suaka yang ditolak pada Mei lalu. Dia pun ditahan sejak tahun lalu.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.