Hukuman seumur hidup untuk pembunuh rasialis

Terbaru  12 Juli 2011 - 21:57 WIB
Anggota kelompok neo-Nazi di Rusia

Anggota kelompok neo-Nazi di Rusia malah bercengkrama di ruang sidang.

Pengadilan di Moskow menjatuhkan hukuman seumur hidup lima anggota neo-Nazi karena pembunuhan bemotif rasialisme atas 27 orang.

Beberapa anggota lain dari kelompok Masyarakat Sosialis Nasionalis, yang terlarang, juga dinyatakan bersalah dengan hukuman sampai 23 tahun penjara.

Salah anggota kelompok itu yang ikut dipenjarakan adalah seorang perempuan bernama Vasilisa Kovolyova.

Masyarakat Sosialis Nasionalis menyerang umat Islam dan imigran berkulit gelap sepanjang 2007-2008.

Saat disidang, mereka bercengkrama satu sama lain, mengejek hakim dan memberikan salam Nazi dengan tangan yang diborgol, seperti dilaporkan kantor berita Interfax.

Salah seorang terpidana malah berteriak, "Keyakinan kami di atas hukum dan kami akan kembali" saat vonis dibacakan.

Alasan tercuci otak

Pengadilan yang sudah berlangsung selama 18 bulan itu memburu orang-orang di Moskow yang tampaknya beasal dari Asia Selatan, Afrika maupun umat Muslim dari kawasan Kaukasus dan menyerang mereka secara brutal.

Pemimpin kelompok rasis itu, Let Molotkov membela diri tidak bersalah dan hakim Nikolai Tkachuk menyebutnya sebagai bahaya yang luar biasa terhadap masyarakat Rusia.

Seluruhnya 12 orang dinyatakan bersalah dalam dakwaan pembunuhan, menghasut kebencian rasial, upaya terorisme dan berpartisipasi dalam tindakan ekstrimisme.

Molotkov dan empat terdakwa lain dijatuhi hukuman seumur hidup bersama tujuh rekannya diganjar hukuman penjara antara 10 hingga 23 tahun.

"Terlepas apakah ditipu atau kehilangan ingatan, mereka adalah setan pembunuh yang tidak akan bisa kembali ke kehidupan normal."

Alexander Kolodkin

Sedangkan seorang anggota kelompok yang menyerahkan diri ke polisi dan bekerjasama dalam penyelidikan mendapat hukuman percobaan delapan tahun.

Pihak penasehat hukum tersangka mengatakan mereka tercuci otaknya oleh ideologi Nazi dan dipaksa untuk melakukan kejahatan.

Alasan lainnya adalah mereka disiksa untuk mengakui kejahatannya.

Salah seorang penasehat hukum mereka, Maria Malakhovskaya, mengatakan mereka akan mengajukan banding.

Kekerasan rasial meningkat

Alexander Kolodkin, yang putranya ditikam sampai mati tahun 2008, mengatakan pembelaan terpidana itu tidak relevan.

"Terlepas apakah ditipu atau kehilangan ingatan, mereka adalah setan pembunuh yang tidak akan bisa kembali ke kehidupan normal," tuturnya.

Kolodkin juga menyarankan agar para terpidana itu dihukum di dalam sel yang diisolasi.

Dalam beberapa tahun belakangan ini, terjadi peningkatan serangan rasial di Moskow dan di beberapa kota besar Rusia lain.

Pihak berwenang sudah melarang kelompok neo-Nazi seperti Masyarakat Sosialis Nasionalis namun kelompok hak asasi menuduh kebijakan itu terlalu lembut untuk menangani kejahatan rasial.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.