Menlu Filipina ke Beijing

Terbaru  7 Juli 2011 - 11:08 WIB
south china sea

Laut Cina Selatan diperebutkan karena diduga mengandung banyak gas dan minyak

Menteri Luar Negeri Filipina, Albert del Rosario, tengah mengunjungi Beijing untuk membicarakan sengketa Laut Cina Selatan.

Filipina selama ini menuduh Cina berulangkali melanggar batas yang diyakini sebagai perairan Filipina.

Manila mengklaim setidaknya Cina 10 kali melanggar batas perairan sejak akhir Februari.

Presiden Benigno Aquino mengecam tindakan tersebut.

Tetapi Cina juga mengklaim kawasan tersebut sebagai bagian dari wilayah mereka.

Enam negara saling mengklaim kawasan di Laut Cina Selatan yang dipercaya sebagai daerah kaya minyak dan gas.

Sebelumnya Menlu del Rosario pernah mengunjungi Washington untuk membicarakan situasi ini dengan Menlu AS Hillary Clinton.

Dalam kesempatan tersebut, Washington menyatakan dukungan terhadap Filipina yang memang telah memiliki pakta pertahanan antara AS dan Filipina.

Sengketa ini semakin memanas ketika pejabat Filipina melarang seorang diplomat Cina ikut dalam pertemuan kementerian luar negeri karena dianggap kasar.

Filipina menyatakan kalau Li Yongsheng ''tidak pantas menjadi diplomat'' karena berteriak saat membicarakan sengketa perbatasan Laut Cina Selatan bulan lalu.

Unjuk kekuatan

china naval

Cina mengirim kapal perang untuk 'menjaga' kawasan yang disengketakan

Sengketa Laut Cina Selatan yang melibatkan sejumlah negara ini juga semakin memanas setelah Cina dan Vietnam unjuk kekuatan militer.

Cina mengirimkan salah satu kapal patrolinya yang terbesar ke Laut Cina Selatan.

Kapal Haixun-31 angkat jangkar hari Rabu (15/06) dan akan mengawasi lalu lintas kapal barang dan menyatakan "melindungi keamanan laut" dalam perjalanan ke Singapura, tulis media resmi pemerintah Cina.

Seorang jurubicara kementrian luar negeri meggambarkan perjalanan ini rutin.

Beberapa negara di kawasan Asia tenggara mengklaim wilayah di perairan Laut Cina Selatan yang menjadi jalur perkapalan dan kemungkinan juga mengandung gas dan minyak.

Filipina dan Vietnam baru-baru ini menuduh kapal-kapal Cina bertindak agresif di Laut Cina Selatan.

Vietnam juga sempat menggelar latihan militer di bulan Juni dengan menggunakan peluru tajam di wilayah perairan tersebut dan media pemerintah Cina mengecam latihan itu sebagai unjuk kekuatan militer.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.