Pakistan diminta cekal keluarga Osama

Terbaru  6 Juli 2011 - 16:24 WIB
istri osama

Osama bin Laden tinggal di Pakistan bersama tiga istri dan beberapa anak di Pakistan

Satu komisi di Pakistan mendesak pemerintah mencekal keluarga Osama bin Laden.

Tiga istri bin Laden dan beberapa anaknya ditahan sejak penggerebekan oleh pasukan khusus Amerika Serikat di Abbottabad, Pakistan, 2 Mei lalu yang menewaskan pemimpin al Qaida tersebut.

"Kementerian Dalam Negeri dan Badan Intelijen Pakistan telah diminta untuk memastikan bahwa keluarga Osama bin Laden tidak meninggalkan Pakistan tanpa izin komisi," demikian bunyi pernyataan tertulis komisi yang dikeluarkan di Islamabad, hari Selasa malam (5/7).

"Mereka pada akhirnya akan pulang namun setelah komisi selesai melakukan penyelidikan. Kami akan memberi akses kepada komisi untuk berbicara kepada keluarga Osama bin Laden," kata seorang pejabat keamanan Pakistan yang tidak bersedia disebut namanya kepada kantor berita AFP.

'Langgar kedaulatan'

Desakan ini muncul di tengah laporan media bahwa janda-janda bin Laden akan diizinkan kembali ke negara asal mereka.

Komisi ini dibentuk pemerintah bulan lalu untuk mengkaji penyerbuan tentara Amerika yang membuat malu pemerintah Pakitan dan mengganggu hubungan dengan Amerika.

rumah osama

Osama bin Laden dan keluarga tinggal di Abbottabad selama beberapa tahun

Beberapa kalangan menganggap tindakan pasukan Amerika melanggar kedaulatan.

Militer dan badan intelijen dikecam dan diminta memberikan penjelasan bagaimana Osama bin Laden bisa masuk dan tinggal bertahun-tahun di Pakistan tanpa terdeteksi.

Informasi publik

Javed Iqbal, seorang hakim agung di MA diminta memimpin komisi ini. Usai pertemuan pertama hari Selasa komisi juga meminta masyarakat untuk memberikan informasi di seputar penggerebekan tentara Amerika di Abbottabad.

"Identitas mereka akan dirahasiakan dan mereka juga akan mendapatkan perlindungan hukum," kata komisi.

Komisi ini beranggotakan tiga orang yaitu Abbas Khan, seorang mantan perwira polisi, Ashraf Jehangir Qazi, mantan diplomat PBB, dan Nadeem Ahmed, mantan kepala badan penanggulangan bencana.

Belum diketahui kewenangan yang dimiliki komisi tersebut.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.