Belanda bersalah atas tiga kematian di Srebrenica

Terbaru  5 Juli 2011 - 17:28 WIB

Ketiga korban tewas bekerja untuk pasukan perdamaian Belanda Dutchbat

Sebuah pengadilan di Belanda memutus bahwa negara Belanda bertanggung jawab atas kematian tiga warga Bosniak (Muslim Bosnia) dalam peristiwa pembantaian di Srebrenica, Bosnia tahun 1995.

Pasukan Belanda mengendalikan "zona aman" PBB pada bulan Juli 1995 ketika pasukan Serbia Bosnia memasuki kawasan itu dan membunuh 8.000 laki-laki dewasa dan anak-anak Bosniak.

Dalam beberapa tahun terakhir pemerintah Belanda menghadapi sejumlah kasus terkait pembantaian di Srebrenica.

Pemerintah Belanda selama ini membela diri dengan mengatakan bahwa pasukannya diterlantarkan oleh PBB.

Tidak boleh menyerahkan

"Pengadilan memutus bahwa negara Belanda bertanggung jawab atas kematian ketiga laki-laki itu karena Dutchbat [pasukan perdamaian Belanda di bawah PBB] seharusnya tidak menyerahkan mereka [kepada pasukan Serbia Bosnia]," kata juru bicara pengadilan Den Haag.

Majelis hakim pengadilan banding memerintahkan agar pemerintah Belanda membayar ganti rugi kepada keluarga ketiga almarhum.

Gugatan itu diajukan oleh keluarga Rizo Mustafic, yang bekerja sebagai teknisi listrik pasukan Dutchbat, dan oleh penerjemah Dutchbat Hasan Nuhanovic, yang kehilangan ayah serta saudara laki-lakinya saat "zona aman" jatuh ke tangan pasukan Serbia Bosnia.

Pengadilan di bawahnya pada tahun 2008 memutus bahwa negara Belanda tidak bertanggung jawab atas kematian para pegawai Dutchbat dan keluarga mereka karena pasukan mereka beroperasi dengan mandat PBB.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.